Makin Mudah Cek Ketersediaan Obat COVID-19 Lewat Aplikasi Telefarmasi

Pemerintah membuat aplikasi telefarmasi agar masyarakat dapat mengakses informasi ketersediaan obat untuk penanggulangan Covid-19 di apotek.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 27 Agus 2021 12:06 WIB

Author

Fachri Imans

Apoteker memperlihatkan salah satu obat COVID-19 di Manado, Sulawesi Utara.

Apoteker memperlihatkan salah satu obat COVID-19 di Manado, Sulawesi Utara, Minggu (25/7/2021). (Foto: ANTARA/Adwit Pramono)

KBR, Jakarta - Kementerian Kesehatan meluncurkan aplikasi layanan telefarmasi atau layanan obat-obatan jarak jauh, yang dapat membantu masyarakat untuk terhubung dengan apotek terdekat.

Layanan tersebut bekerja sama dengan berbagai perusahaan Penyelenggara Sistem Elektronik Farmasi (PSEF) untuk menyediakan layanan kefarmasian di berbagai daerah.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, layanan telefarmasi juga memberi kebebasan bagi pasien untuk memilih klinik yang akan memberikan layanan kefarmasian.

Ia berharap, mutu layanan kefarmasian dapat terjamin melalui layanan yang berbasis teknologi.

“Kemudahan masyarakat dalam mengakses fasilitas layanan kesehatan menjadi perhatian utama Kementerian Kesehatan. Tidak terkecuali dalam hal mengakses ketersediaan obat di apotek. Untuk mendukung hal itu, Kemenkes membuat aplikasi yang memungkinkan masyarakat dapat mengakses informasi ketersediaan obat untuk penanggulangan Covid-19 di apotek, yang dapat diakses melalui laman farmaplus.kemkes.go.id,” kata Dante dalam peluncuran Pelayanan Publik Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Farmasi (PSEF), Jumat (27/8/2021).

Baca juga:

Dante menambahkan, saat ini layanan tersebut telah terhubung kepada lebih dari 2.000 apotek serta PSEF yang tersebar di berbagai provinsi.

Menurutnya, pengembangan tekonologi di bidang kesehatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas data dan pelayanan kesehatan di Indonesia.

Dante juga menghimbau seluruh PSEF untuk melakukan sertifikasi agar pelayanan telefarmasi dapat dilakukan sesuai kebijakan dan regulasi yang telah ditetapkan.

Sertifikasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha di sektor pelayanan farmasi.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Siapkan Pembelajaran Tatap Muka Digelar?

Kabar Baru Jam 8

Wisata Sehat di Tengah Pandemi

Desa Wisata Tak Kehilangan Pesona