covid-19

KSBSI: Mayoritas Vaksinasi Buruh Tak Gunakan Vaksin Gotong Royong

"Seperti vaksin gotong royong kami pertanyakan, saya tidak melihat itu bekerja di lapangan, karena sampai sekarang misalnya belum ada memberitahukan bahwa mereka sudah dilakukan,"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 19 Agus 2021 21:22 WIB

KSBSI: Mayoritas Vaksinasi Buruh Tak Gunakan Vaksin Gotong Royong

Vaksinator saat menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada buruh di Kabupaten Tangerang, Banten. (Foto: Antara/Fauzan)

KBR, Jakarta - Serikat buruh mempertanyakan akselerasi vaksinasi gotong royong yang dilakukan perusahaan di tengah pelonggaran sektor industri esensial.

Nyatanya, menurut Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Elly Rosita Silaban, vaksinasi gotong royong bagi buruh masih minim.

Mayoritas buruh, kata Elly, malah mengikuti vaksinasi gratis yang digelar pemerintah atau lembaga lain.

"Mereka (buruh) dapat vaksin, tapi itu mayoritas tidak dilakukan perusahaan. Seperti vaksin gotong royong kami pertanyakan, saya tidak melihat itu bekerja di lapangan, karena sampai sekarang misalnya belum ada memberitahukan bahwa mereka sudah dilakukan, kecuali kerja sama dengan kepolisian, aparat desa, seperti itu misalnya," ujar Elly Rosita kepada KBR, Kamis (19/8/2021).

Awalnya, lanjut Elly, KSBSI menyambut baik vaksin gotong royong karena seluruh biaya dibebankan kepada pengusaha.

Namun, seiring berjalannya waktu, vaksinasi gotong royong hanya dilakukan segelintir perusahaan, dan bukan berasal dari sektor industri esensial seperti padat karya.

"Itu kalau tidak salah (awalnya) yang mendaftar ada 1.000 perusahaan, tapi saya mohon maaf mungkin serikat buruh lain pernah mendapat info, tapi bagi kami belum kami dapatkan sama sekali soal (gotong royong) itu," tuturnya.

Lebih lanjut, Elly berharap buruh mendapat prioritas vaksinasi dari pemerintah. Terutama untuk pekerja di sektor industri yang beroperasi 50 hingga 100 persen.

"Itu yang mempekerjakan puluhan ribu karyawan dalam satu perusahaan, yang belum terjangkau vaksin sama sekali. Kami mengharapkan pemerintah melihat ini sebagai salah satu yang harus dinomorsatukan," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta swasta membantu percepatan program vaksinasi Covid-19 melalui vaksinasi gotong royong.

Jokowi juga meminta agar Ketua Umum Kadin yang baru, Arsjad Rasjid dan jajaran pengurusnya membantu pemerintah mengejar capaian target 22 juta vaksin gotong royong.


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Say No To Drugs

Kabar Baru Jam 7

Aksi Remaja Tanpa Narkoba

Coki Pardede, Narkoba, dan Kreativitas

Kabar Baru Jam 8