covid-19

Kemenkes Minta Daerah Cermat Atur Ritme Vaksinasi Covid-19

"Jadi daerah harus lebih cermat mengatur proses vaksinasi, karena kita tahu vaksin ini kan digunakan atau diberikan untuk usia di atas 12 tahun tanpa ada kategori-kategori tertentu"

BERITA | NASIONAL

Senin, 02 Agus 2021 14:58 WIB

Kemenkes Minta Daerah Cermat Atur Ritme Vaksinasi Covid-19

ilustrasi vaksinasi covid-19.

KBR, Jakarta - Kementerian Kesehatan meminta pemerintah daerah cermat dalam mengelola ritme vaksinasi covid-19.

Menurut Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, hal ini diperlukan guna mengatur manajemen pemberian vaksinasi yang lebih terstruktur.

Apalagi, saat ini, sejumlah daerah di Indonesia mulai mengeluhkan kekurangan stok vaksin Covid-19 dan juga berdampak pada perlambatan laju vaksinasi nasional.

"Jadi daerah harus lebih cermat mengatur proses vaksinasi, karena kita tahu vaksin ini kan digunakan atau diberikan untuk usia di atas 12 tahun tanpa ada kategori-kategori tertentu. Jadi untuk itu daerah harus bisa mengatur untuk proses vaksinasi, mana yang kemudian dialokasi pada minggu ini, atau 14 hari ke depan akan mendapatkan dosis kedua, mana yang kemudian bisa diberikan dosis pertama," ucap Nadia ketika dihubungi KBR di Jakarta, Senin (2/8/2021).

Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksin sebenarnya diterima pemerintah setiap bulannya dengan jumlah tertentu. Namun, lanjutnya, vaksin tersebut harus melalui proses pengecekan kualitas atau quality control maupun pemrosesan menjadi vaksin jadi, jika diterima dalam bentuk bahan baku atau bulk.

"Dari vaksin yang sudah kita terima, itu vaksin akan mengalami dulu pemrosesan untuk vaksin yang jadi langsung kita terima itu quality control-nya, tetapi untuk yang vaksin setengah jadi tentunya harus diproses menjadi vaksin jadi dan ini butuh waktu, bisa tiga sampai empat minggu tergantung proses produksi di Bio Farma," jelasnya.

Nadia menambahkan, di tengah animo masyarakat yang besar terkait vaksinasi, maka daerah harus menghitung dengan cermat vaksin yang akan disuntikan dari jumlah yang diterima.

"Itu adalah berapa banyak dan ditujukan kepada siapa dan pastikan vaksinasi dosis kedua itu juga diterima oleh yang memang sudah pada waktunya," pungkasnya.


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Niatan Berantas Intoleransi di Lingkungan Pendidikan

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11