Bagikan:

Kemendikbud PJJ di Daerah 3T Sudah Dilakukan

"Kita juga menghadirkan teknologi di daerah 3T, kita tahu selama pandemi ini banyak daerah yang blank spot, tidak ada layanan internet, nah kita hadirkan teknologi."

BERITA | NASIONAL

Senin, 30 Agus 2021 11:33 WIB

Author

Fachri Iman

Kemendikbud PJJ di Daerah 3T Sudah Dilakukan

Seorang siswa belajar secara daring atau PJJ di rumah di kawasan Jakarta, Senin (9/8/2021). (Antara/Indrianto Eko)

KBR, Jakarta- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) mengatakan, sudah mendorong percepatan infrastruktur pendidikan di daerah Terdepan, Terpencil dan Tertinggal (3T), terutama di wilayah Papua. Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nizam mengatakan,  sudah menyediakan fasilitas laptop dan jaringan internet sebagai penunjang pembelajaran jarak jauh  di daerah 3T.

“Nah, ini kita juga menghadirkan teknologi di daerah 3T, kita tahu selama pandemi ini banyak daerah yang blank spot, tidak ada layanan internet, nah kita hadirkan teknologi. Semester yang lalu dengan ITB ini menghasilkan mini BTS jadi ini menara BTS kita pasang di NTT, di Maluku, untuk memberikan akses bagi adik-adik yang tidak punya akses internet, dan ini kita koneksikan sehingga pembelajaran daring itu bisa terselenggara di daerah 3T,” kata Nizam dalam sosialisasi Kampus Merdeka di wilayah 3T, yang diselenggarakan secara daring, Senin (30/08/2021).

Baca: PTM Terbatas, Kemendikbud Minta Disdik Lobi Kepala Daerah

Selain itu, Kemdikbudristek juga terus mendorong keikutsertaan mahasiswa di daerah 3T dalam program Kampus Merdeka, seperti pertukaran mahasiswa dan program magang. Tujuannya agar para mahasiswa mendapat kesempatan untuk memperluas pengalaman belajar ke berbagai wilayah di Indonesia.

Ia mencatat, hingga saat ini lebih dari 850 mahasiswa dari daerah 3T telah mengikuti program pertukaran mahasiswa, 380 mengikuti program magang dan studi independen, serta lebih dari 1.600 mahasiswa mengikuti program kampus mengajar.

Nizam mencontohkan, lebih dari 2.000 anak di Papua telah mendapatkan beasiswa pendidikan tinggi, dan lebih dari 14.000 mahasiswa di Papua menerima bantuan dana pendidikan melalui Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Bahkan, Nizam mencatat hingga tahun ini sudah lebih dari 500 mahasiswa lulus sebagai sarjana melalui program beasiswa ADIK Papua.

Nizam mengatakan, Kemendikbud juga mendorong upaya penguatan pendidikan tinggi melalui pendirian dua perguruan tinggi baru di Serui dan Pegunungan Bintang, Papua.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Berliku Warga Ibu Kota Dapatkan Udara Bersih