Bagikan:

Kasus Terus Turun, Jokowi Klaim Mampu Kendalikan Covid-19 Varian Delta

"Tapi, alhamdulillah setelah berada di titik 56 ribu kasus harian, kemarin kita berada di angka 18 ribu. Artinya, telah terjadi penurunan,"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 26 Agus 2021 14:53 WIB

Kasus Terus Turun, Jokowi Klaim Mampu Kendalikan Covid-19 Varian Delta

Presiden Joko Widodo

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim perkembangan kasus harian Covid-19 di Indonesia semakin membaik. Hal itu dilihat dari kasus harian yang sempat melonjak tinggi, imbas varian delta, mutasi covid-19.

Jokowi mengakui mengakomodir masukan dari para epidemiolog yang meminta pemerintah waspada dan hati-hati, jika kasus mencapai 400 ribuan per hari dan penanganan tak terkendali.

"(Kasus) Naik sampai 80 ribu, kemudian menjadi 100 ribu. Kalau itu tidak bisa kita hentikan akan bisa naik sampai 400 ribu. Tapi, alhamdulillah setelah berada di titik 56 ribu kasus harian, kemarin kita berada di angka 18 ribu. Artinya, telah terjadi penurunan," kata Jokowi dalam sebuah webinar daring, Kamis (26/8/2021).

Meski terus membaik, kepala negara mengimbau semua pihak untuk tetap waspada dan hati-hati memutuskan kebijakan.

"Karena barang ini sulit diduga, barang ini sulit diprediksi dan penuh ketidakpastian, yang namanya Covid-19, apalagi varian delta," tuturnya.

Baca: PSHK: Pemerintah Terlambat Sadari Masalah di Penanganan Pandemi Covid-19

Jokowi menambahkan, penurunan kasus juga diiringi dengan berkurangnya keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio nasional.

Akhir Desember 2020 lalu, tingkat keterisian tempat tidur nasional berada di kisaran 68 persen. Sementara di akhir Mei 2021, BOR sempat turun menjadi 29 persen, dan kembali melonjak karena varian delta.

"Alhamdulillah BOR nasional hari ini sudah turun menjadi 29 persen. Ini patut kita syukuri," pungkas Joko Widodo.

Link terkait:


Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Menyongsong Terbitnya Rupiah Digital

Episode 4: Relasi Kuasa: Akar Kekerasan & Pengaturannya Dalam UU TPKS

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Mendorong Vaksinasi Booster untuk Antisipasi Kenaikan Kasus Covid-19 di Akhir Tahun

Most Popular / Trending