Kasus Aktif Turun, Jokowi: Daerah Waspada Ledakan Covid-19 Susulan

"Tapi saya minta semuanya hati-hati waspada mengenai yang namanya Covid. Jangan sampai ada varian baru datang karena bermutasi dan kita tidak waspada"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 20 Agus 2021 16:36 WIB

Kasus Aktif Turun, Jokowi: Daerah Waspada Ledakan Covid-19 Susulan

Presiden Jokowi ketika memberikan pengarahan kepada Forkopimda se-Jatim. (Foto: YouTube Setpres)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta seluruh kepala daerah tetap mewaspadai timbulnya ledakan kasus aktif virus korona.

Jokowi menyebut, penyebaran maupun mutasi virus korona sangat sulit diduga oleh siapa pun. Sehingga, kasus aktif Covid-19 yang cenderung menurun ini harus tetap menjadi atensi pemerintah daerah.

"BOR (bed occupancy rate/tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit) turun, kasus aktif turun, tapi saya minta semuanya hati-hati waspada mengenai yang namanya Covid. Jangan sampai ada varian baru datang karena bermutasi dan kita tidak waspada. Tahu-tahu meledak (lagi) menjadi jumlah yang sangat banyak," ujar Jokowi saat memberi arahan Forkopimda se-Jawa Timur yang ditayangkan Kanal YouTube Sekretariat Presiden RI, Jumat (20/8/2021).

Jokowi menjelaskan, tren perkembangan kasus harian Covid-19 di Indonesia fluktuatif.

Sempat melonjak di awal Februari, kemudian menurun hingga Mei. Tren tersebut, kata Jokowi, akhirnya memunculkan harapan perbaikan ekonomi.

"Kita pernah mencapai tinggi itu di Februari awal kemudian menuju ke Mei Itu turun dan itu kalau turun pasti diikuti oleh perbaikan ekonomi," jelasnya.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan, pemerintah daerah juga tidak boleh terlena terhadap penurunan kasus aktif Covid-19.

Pasalnya, katanya, ledakan kasus bisa saja mendadak terjadi di tengah melandainya kasus harian Covid-19, seperti yang terjadi dua bulan belakangan ini.

"Begitu muncul di Kudus, di Bangkalan, saat itu di luar dugaan kita. Karena dari deteksi yang kita lihat itu muncul juga di Jakarta, Indramayu dan di Medan, munculnya di tempat lain," pungkas Jokowi.


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Siapkan Pembelajaran Tatap Muka Digelar?

Kabar Baru Jam 8

Wisata Sehat di Tengah Pandemi

Desa Wisata Tak Kehilangan Pesona