FOMO Sapiens : Konflik Proyek Jurassic Park Indonesia dan Pengecatan Pesawat Kepresidenan

BERITA | NASIONAL | INTERMEZZO | RAGAM

Jumat, 06 Agus 2021 13:56 WIB

FOMO Sapiens : Konflik Proyek Jurassic Park Indonesia dan Pengecatan Pesawat Kepresidenan

Ilustrasi highlight berita pekan ini. (FOTO : KBR)

KBR (Jakarta) - Pembangunan berbagai infrastruktur di kawasan wisata Pulau Komodo disoroti oleh UNESCO. Sebelumnya, berbagai pihak seperti masyarakat lokal dan aktivis lingkungan juga meminta penghentian proyek tersebut lantaran merusak lingkungan. Bahasan lain dalam FOMO Sapiens pekan ini adalah pengecatan pesawat kepresidenan yang menghabiskan dana fantastis, di tengah pandemi yang masih berlangsung. 

Isu-isu di atas menjadi bahasan di FOMO Sapiens minggu ini.

Konflik Proyek Jurassic Park Indonesia

Dokumen konferensi UNESCO yang dipublikasi beberapa hari lalu membuat proyek pembangunan infrastruktur di kawasan Taman Nasional Komodo, NTT kembali diperbincangkan. Meski tahun lalu UNESCO meminta proyek tersebut dihentikan, pemerintah Indonesia tetap melanjutkan pembangunannya. Apa penyebab UNESCO meminta penghentian proyek kawasan wisata eksklusif itu? 

Kritik Pengecatan Ulang Pesawat Kepresidenan

Pemerintah menghabiskan dana sebesar Rp2 Miliar untuk pengecatan ulang pesawat kepresidenan. Meski anggaran tersebut masuk dalam APBN 2019, pemerintah baru menggunakannya tahun 2021 ini. Pengecatan ulang pesawat kepresidenan di tengah pandemi ini, menuai banyak kritik karena dinilai tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat. Selain pesawat kepresidenan, ada 2 pesawat lain yang juga dicat ulang

Selain dua obrolan di atas, FOMO Sapiens pekan ini juga membahas serba-serbi vaksinasi di Indonesia, juga kabar Tino dan Hari, dua ekor Harimau Sumatera yang terpapar virus Covid-19 di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan.

Simak obrolannya di FOMO Sapiens bareng Ian Hugen dan Aika Renata! 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Siapkan Pembelajaran Tatap Muka Digelar?

Kabar Baru Jam 8

Wisata Sehat di Tengah Pandemi

Desa Wisata Tak Kehilangan Pesona