Bagikan:

Epidemiolog: Hanya Jakarta yang Saat Ini Memungkinkan Hidup Berdampingan dengan Covid-19

"Ya lihat positivity rate-nya, kita kan masih diatas 10, jadi belum bisalah..."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 13 Agus 2021 20:47 WIB

Epidemiolog: Hanya Jakarta yang Saat Ini Memungkinkan Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Mural tentang Covid-19 di Pinang, Kota Tangerang, Banten, Senin (30/11/2020). Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono mengingatkan pemerintah agar tak sembarangan menentukan konsep peta jalan atau roadmap hidup berdampingan dengan Covid-19.

Menurutnya, semua keputusan pelonggaran harus didasarkan pada indikator pengendalian pandemi di tiap daerah. Ia menyebut, peta jalan hidup berdampingan dengan Covid-19 saat ini mungkin hanya bisa dilakukan di ibu kota.

"Ya lihat positivity rate-nya, kita kan masih di atas 10, jadi belum bisalah. Jakarta aja yang buka, yang lainnya enggak. Jakarta yang boleh di bawah 10 dan vaksinasinya sudah banyak, kalau begitu boleh. Jakarta saja yang boleh dibuka mal-nya. Kita enggak konsisten sih dengan semuanya, semua indikatornya. Menurut saya kita harus konsisten dengan semua indikatornya," kata Miko kepada KBR, Jumat (13/8/2021).

Baca juga: Pandemi Terkendali Dahulu, Ekonomi Pulih Kemudian

Jangan Asal Konsep

Miko menjelaskan, hidup berdampingan dengan Covid-19 memungkinkan jika suatu daerah dalam kondisi endemis. Artinya, seluruh indikator pengendalian pandemi sudah berada pada nilai yang ditetapkan, seperti positivity rate atau jumlah kasus positif di bawah 5 persen, dan capaian vaksinasi yang tinggi.

Selain itu, daerah yang menerapkan hidup berdampingan dengan virus korona harus punya upaya mitigasi apabila kondisi endemis kembali berubah menjadi kondisi wabah.

"Jadi jangan asal sembarang konsep gitu. Kedua apakah itu akan endemis, pada waktu endemis ataukah termasuk wabah, jadi harus clear di situasi endemis atau di situasi wabah termasuknya. Kemudian harus definisi endemisnya harus clear di setiap kabupaten atau kota, kalau terjadi wabah apa yang harus dilakukan," imbuhnya.

Data dari dinas Kesehatan DKI Jakarta per Rabu (11/8), persentase pasien positif atau positivity rate Covid-19 Jakarta dalam sepekan terakhir tembus 9,8 persen. Sedangkan persentase kasus positif sebesar 15,1 persen.

Baca juga: DPR Beri Rapor Merah ke Pemerintah Soal Penanganan Pandemi

    Peta Jalan

    Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) sekaligus Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan memperkirakan Indonesia akan hidup lebih lama dengan Covid-19. Oleh sebab itu, perlu ada perubahan gaya hidup yang menunjang aktivitas berdampingan dengan Covid-19.

    Karena itu, saat ini pemerintah tengah menyiapkan panduan peta jalan, atau roadmap hidup bersama Covid-19 dalam jangka waktu yang panjang.

    Pemerintah merancang proyek percontohan atau pilot project untuk enam sektor atau aktivitas utama masyarakat. Yaitu perdagangan, perkantoran dan kawasan industri, pariwisata, transportasi, pendidikan, dan sektor keagamaan.

    Editor: Sindu

    Kirim pesan ke kami

    Whatsapp
    Komentar

    KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

    Kabar Baru Jam 11

    Kabar Baru Jam 10

    Kabar Baru Jam 8

    Kabar Baru Jam 7

    Jalan Berliku Warga Ibu Kota Dapatkan Udara Bersih