Langkah Kecil untuk Memulihkan Bumi

KBR dan Internews serta Earth Journalism Network menggelar webinar untuk berbagi kisah inspiratif dari warga dalam menahan laju pemanasan global serta menyelamatkan bumi.

BERITA | NASIONAL | TERKINI

Selasa, 18 Agus 2020 04:00 WIB

Author

Gratia Emellie

Langkah Kecil untuk Memulihkan Bumi

Langkah Kecil untuk Memulihkan Bumi

KBR, Jakarta-  Kerusakan lingkungan hidup nyata terjadi dan telah menggerogoti bumi. KBR bersama Internews dan Earth Journalism Network pada Jumat (14/8/2020) mengadakan webinar bertajuk “Suara Kita tentang Perubahan Iklim” yang berisi cerita-cerita inspiratif dari lima narasumber dalam upaya mereka menyelamatkan lingkungan dan menahan laju perubahan iklim. 

Davina Veronica, seorang model sekaligus pegiat satwa bercerita tentang kisahnya keluar masuk hutan untuk menyelamatkan orangutan. Nada suaranya tampak tercekat ketika Davina menggambarkan apa yang ia lihat saat berkunjung ke hutan yang sudah terbakar. Davina bahkan punya analogi sendiri saat ia menggambarkan soal satwa liar di hutan. 

“Aku sering keluar masuk hutan, yang aku lihat keberlangsungan hidup mereka (satwa) dianggap bukan sebagai suatu isu yang prioritas, mereka seperti layaknya refugee (pengungsi),  karena tempat tinggal mereka diambil untuk keperluan manusia,” ungkap Davina dalam diskusi webinar pada Jumat sore (14/08/2020). 

Menurut Davina, kondisi saat ini sangat memprihatinkan. Ia sekaligus mendorong adanya peningkatan kesadaran dan sinergi dari seluruh lapisan masyarakat guna mendukung keberlangsungan hidup satwa di Indonesia. 

Pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat akan isu lingkungan ini pun juga turut disampaikan oleh Widyanti Yuliandari, Ketua Umum komunitas blogger Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). 

“Isu-isu lingkungan di kalangan masyarakat maupun penulis blog masih termasuk isu yang jarang diangkat dibandingkan dengan tema-tema lain, padahal kegiatan menulis blog dapat digunakan untuk berbagi kebaikan,” kata Widyanti. 

Upaya penyelamatan lingkungan melalui tulisan juga dilakukan Siti Hairul Dayah, seorang blogger asal Yogyakarta, yang menyuarakan isu limbah dari pembalut sekali pakai. 

“Pembalut sekali pakai, menurut petugas pengolahan sampah, tidak bisa diolah kembali sehingga  seringkali hanya menjadi tumpukan sampah,” jelas Siti. 

Dari situ ia belajar sendiri soal alternatif produk selain pembalut sekali pakai. Ia pun menemukan produk yang lebih ramah lingkungan yaitu menstrual cup. Ia banyak menulis soal menstrual cup ini dalam blognya sebagai upaya untuk mendorong pembaca blognya untuk memberanikan diri untuk memakai menstrual cup.

Ada juga cerita dari penyelamat penyu di alun utara Bengkulu yang kerap disebut sebagai ‘bidan penyu’, yaitu Zul Karnedi. Sebelumnya ia adalah pemburu penyu dan telurnya. Sejak 2015, setelah ia belajar banyak soal peran penyu dan lingkungan, ia mulai berbalik arah dan justru menyelamatkan penyu. Upaya ini tak ia lakukan secara instan, butuh waktu dan proses, terlebih saat hendak meyakinkan masyarakat di dalam kampungnya. Sebab masyarakat di sekitarnya dulu juga seperti dirinya, berburu dan menangkap penyu serta telurnya. 

Dampak Nyata Perubahan Iklim 

Direktur Eksekutif dari Yayasan Strategi Konservasi Indonesia, Mubariq Ahmad, menyambut gembira upaya-upaya yang dilakukan dalam menahan laju perubahan iklim dan menyelamatkan bumi. 

“Kita merasakan dampak perubahan iklim, namun juga menyumbang dampak perubahan iklim,” terang Mubariq. 

Mubariq menjelaskan, dampak yang dirasakan akibat fenomena perubahan iklim ini sangat berdampak pada sektor pertanian akibat adanya musim yang tak teratur dan ekstrim. Bencana alam yang dapat disebabkan karena adanya kerusakan sungai di hulu yang dapat berakibat banjir, hingga krisis air. 

Dampak perubahan iklim juga dirasakan masyarakat dari berbagai lapisan ekonomi. 

“Kalau cuaca makin panas, orang kaya bisa membeli AC, berbeda dengan orang miskin yang tidak mampu,” jelasnya. 

Karena itulah, perlu langkah konkret dari warga untuk beraksi menyelamatkan lingkungan. Menurut Mubariq, langkah yang bisa dilakukan mulai dari mendukung upaya kerja NGO yang bergerak di bidang penyelamatan lingkungan seperti melalui donasi, menanamkan kesadaran untuk melakukan tindak peduli lingkungan mulai dari keluarga, melakukan tindak konsumsi yang lebih ramah lingkungan, sampai membagikan kesadaran penyelamatan lingkungan melalui tulisan di blog maupun di media sosial.

Kalau kamu punya cerita tentang aksi komunitas dalam menahan laju perubahan iklim, bisa ikut lomba blog KBR yang didukung Internews dan Earth Journalism NetworkInfo selengkapnya di sini .  

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Valentino Rossi Akan Kembali Ke Arena Balap Pada MotoGP Eropa

Kisruh Rencana Pengadaan Mobil Dinas Pimpinan KPK

Kabar Baru Jam 7

Nakesku Sayang, Nakesku Malang

Eps3. Ketika Burgermu Memanaskan Bumi