Kasus Djoko Tjandra, Ini Alasan Jaksa Pinangki Mangkir Panggilan Komjak

"Kami menerima surat dari atasan yang bersangkutan."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 06 Agus 2020 10:25 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Kasus Djoko Tjandra, Ini Alasan Jaksa Pinangki Mangkir Panggilan Komjak

Buronan kasus Bank Bali Djoko S Tjandra diserahkan kepada Kejaksaan Agung, Jumat (21/07). (Antara/Risyal Hidayat)

KBR, Jakarta- Jaksa Pinangki Sirna Malasari, yang diduga bertemu Djoko Tjandra saat buron, kembali mangkir dari panggilan kedua Komisi Kejaksaan, Rabu (5/8/2020). Sebelumnya Pinangki juga absen dari panggilan pertama pada 31 Juli lalu.

Ketua Komisi Kejaksaan (Komjak) Barita Simanjuntak mengatakan, Pinangki tak hadir dengan alasan sudah diperiksa oleh Jaksa Agung Muda Pengawasan.

"Yang bersangkutan tidak hadir. Kami menerima surat dari atasan yang bersangkutan dengan alasan sudah dilakukan pemeriksaan oleh Jaksa Agung Muda Pengawasan," kata Barita kepada KBR, Rabu (5/8/2020) malam.

Barita menambahkan,  sudah meminta laporan hasil pemeriksaan (LHP) Pinangki kepada Kejaksaan Agung. Nantinya, Komjak akan menganalisis dan mengevaluasi apakah laporan itu sudah menjawab substansi aduan terhadap Pinangki.

Komisi Kejaksaan memeriksa Pinangki atas pelaporan dari Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) pada Jumat (24/07) lalu . Pinangki diduga melakukan pertemuan dengan terpidana korupsi pengalihan hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra. MAKI menduga pertemuan itu dilakukan di luar negeri, saat status Djoko Tjandra masih buron.

Dari pemeriksaan internal Kejaksaan, Pinangki dinyatakan melanggar disiplin. Sehingga dicopot dari jabatannya Kepala Sub-Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan.  


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Desakan Menunda Pilkada Serentak