Besok, Bareskrim Periksa Pengacara Djoko Tjandra sebagai Tersangka

Anita sebelumnya telah dicekal ke luar negeri selama 20 hari terhitung sejak 22 Juli 2020.

BERITA | NASIONAL

Senin, 03 Agus 2020 20:26 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Besok, Bareskrim Periksa Pengacara Djoko Tjandra sebagai Tersangka

Bareskrim Polri. Foto: bpkd.jabarprov.go.id

KBR, Jakarta- Bareskrim Polri akan memeriksa pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking. Juru bicara Mabes Polri Awi Setiyono mengatakan Anita diperiksa sebagai tersangka kasus surat jalan palsu kliennya. 

Anita sebelumnya telah dicekal ke luar negeri selama 20 hari terhitung sejak 22 Juli 2020.

"Terkait dengan AK, rencananya yang bersangkutan dipanggil oleh penyidik Bareskrim Polri sebagai tersangka pada tanggal 4 Agustus 2020 pada pukul 09.00 WIB. Jadi kita tunggu perkembangannya besok, tentunya akan kita update apabila ada hal-hal yang perlu kami sampaikan," ujar Awi dalam siaran persnya, Senin (3/8/2020).

Juru bicara Mabes Polri Awi Setiyono menambahkan, penyidik Bareskrim juga telah memeriksa Djoko Tjandra sebagai saksi pada Jumat lalu. 

Djoko Tjandra dalam pemeriksaan itu mengaku sudah menunjuk Otto Hasibuan sebagai kuasa hukum dalam menghadapi perkara. Namun penyidik, kata Awi, belum menerima surat kuasa penunjukkan Otto.

Saat ini Djoko Tjandra ditahan di Rutan Salemba cabang Mabes Polri. Awi mengatakan, penahanan ini dilakukan untuk mempermudah pemeriksaan yang bersangkutan terkait kasus surat jalan palsu yang juga melibatkan bekas Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Prasetijo Utomo.

Setelah buron selama 11 tahun, Djoko Tjandra akhirnya ditangkap di Malaysia dan dibawa ke Indonesia pada Kamis malam, (30/7/2020). 

Kabareskrim Listyo Sigit Prabowo mengatakan, penangkapan dilakukan dengan melibatkan Kepolisian Diraja Malaysia.  

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Desakan Menunda Pilkada Serentak