Wapres JK Tak Setuju PNS Kerja di Rumah

"Hadir di kantor saja kadang-kadang nggak disiplin. Apalagi tidak hadir, nanti kosong kantor, gimana orang menghadap?"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 13 Agus 2019 17:51 WIB

Author

Dwi Reinjani, Adi Ahdiat

Wapres JK Tak Setuju PNS Kerja di Rumah

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyapa ribuan CPNS dalam acara Presidential Lecture 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (24/7/2019). (Foto: ANTARA/Aprillio Akbar)

KBR, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menolak jika Pegawai Negeri Sipil (PNS) dibolehkan bekerja dari rumah.

Menurut JK, disiplin PNS saat ini masih lemah. Jika diberi keringanan untuk bekerja di rumah, ia khawatir pekerjaan mereka tidak terawasi.

“Namanya pemerintah ada kadar tingkat disiplinnya. Kalau kerja dari rumah dia tidur-tiduran tidak ada yang bisa melihat. Jadi tetap aja perlu (kerja di kantor)," kata JK di kantornya, Jakarta, Selasa (13/8/2019).

"Ya mungkin pada waktunya nanti bisa saja. Tapi kalau kita bicara sekarang, ya belum lah. Karena hadir di kantor saja kadang- kadang nggak disiplin. Apalagi tidak hadir, nanti kosong kantor, gimana orang menghadap? Ada urusan kalau tiba-tiba, ‘ah saya di rumah saja’, semua berpikir begitu, jadi agak sulit,” ujar JK.

Wapres lantas meminta agar PNS tetap bekerja sesuai aturan dan masuk kantor. Wacana penetapan bekerja dari rumah menurut dia belum bisa diterapkan selama pekerjanya belum mampu disiplin dan bertanggungjawab.

Sebelumnya, wacana "kerja dari rumah" ini dilontarkan Deputi Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Setiawan Mangsaatmaja.

Setiawan mengatakan ke depannya PNS bisa melakukan pekerjaan dari rumah. Kementeriannya tinggal mencari formulasi aturan yang bisa menata bagaimana sistem kerja tanpa kantor.

Menurut Setiawan, pola kerja itu sesuai dengan era digital di mana berbagai pekerjaan bisa diselesaikan dengan bantuan internet. 

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Menanti Kabinet Baru Jokowi

Sambut Pelantikan Jokowi-Ma'ruf, Relawan Lakukan Aksi Cukur Rambut Massal

Kabar Baru Jam 8