Ibu Kota Pindah, Tidak Semua ASN Bisa Ikut

"Kalau misalnya pelayanan publiknya banyak di Jakarta, ya tetap di Jakarta, dong."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 21 Agus 2019 16:37 WIB

Author

Nur Azizah, Valda Kustarini, Adi Ahdiat

Ibu Kota Pindah, Tidak Semua ASN Bisa Ikut

Ilustrasi: Pegawai Negeri Sipil saat mengikuti upacara. (Foto: www.setkab.go.id)

KBR, Jakarta- Menurut Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, hanya sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan diboyong ke ibu kota baru.

"Saya akan menduga, yang pindah adalah yang tidak berhubungan dengan pelayanan publik," kata Kepala BKN di Jakarta, Rabu (21/8/2019).

"Kalau misalnya pelayanan publiknya banyak di Jakarta, ya tetap di Jakarta, dong. Kalau kebijakan bisa pindah, tapi yang pelayanan tidak bisa pindah. Ya kita akan pilih, mana-mana yang dibutuhkan untuk pindah," lanjutnya. 

Menurut kepala BKN Bima Haria Wibisan, ASN yang akan dipindahkan adalah yang berkaitan dengan pembuatan kebijakan.

Pemerintah juga tidak akan menambah ASN dari Kalimantan, melainkan hanya memindahkan ASN yang sudah ada di Jakarta.


Sekitar 800 Ribu ASN Ikut Pindah

Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Syafruddin, kementeriannya sudah menyiapkan data ASN yang akan dipindah.

“ASN pusat sudah ada datanya, tinggal Ibu kotanya di mana, tinggal pindah. Ya kurang lebih hampir satu juta, sekitar 800 ribu (ASN) yang pindah. Kalau kementerian lembaga pindah, ya ASN-nya pindah,” kata Syafruddin di Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Pemerintah sudah memastikan akan memindahkan Ibu kota negara ke Pulau Kalimantan. Namun, lokasi pastinya hingga kini belum diumumkan.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegro sempat menyebut bahwa pembangunan Istana Negara di Kalimantan akan dimulai tahun 2021.

Ia juga mengungkapkan akan menjual atau menyewakan gedung-gedung pemerintah di Jakarta, untuk modal pembangunan Ibu kota baru.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik