Ibu Kota Pindah, LIPI: Potensi Bencana di Kaltim Tetap Ada

"Untuk gempa ada beberapa sumber gempa yang tidak dekat sih, tapi di sekitar situ (pulau Kalimantan)."

BERITA , NASIONAL

Selasa, 27 Agus 2019 21:53 WIB

Author

Resky Novianto

Ibu Kota Pindah, LIPI: Potensi Bencana di Kaltim Tetap Ada

Presiden Joko Widodo usai memberikan keterangan pers terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

KBR, Jakarta- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebut terdapat potensi bencana di pulau Kalimantan, utamanya di Kalimantan Timur.  Peneliti Geoteknologi LIPI Danny Hilman Natawijaya mengatakan, adanya zona patahan atau sesar di sekitar wilayah selat Makassar berpotensi gempa dan tsunami, meskipun tak terlalu berisiko tinggi.

"Untuk gempa ada beberapa sumber gempa yang tidak dekat sih, tapi di sekitar situ (pulau Kalimantan). Jadi ada di selat Makassar itu, ada satu zona sesar namanya zona sesar selat Makassar," ucap Danny Hilman kepada KBR, Selasa (27/8).

Peneliti Geoteknologi LIPI Danny Hilman menambahkan, sepanjang pesisir pantai Kalimantan Timur, pun bisa terkena imbas gempa maupun potensi tsunami. Kata dia, hal itu lantaran zona sesar gempa, membentang dari utara hingga selatan pulau Sulawesi.

"Terus ada juga megathrust di utaranya Sulawesi, kemudian ada backthrust yang di Nusa Tenggara ya, seperti Kuta, Lombok. Jadi secara umum tidak begitu tinggi (potensi bencana), khususnya yang paling dekat (sumber gempa) ya Makassar, yang harus diteliti lebih detil karena datanya sangat minim disitu," pungkasnya.

Kemarin, Presiden Jokowi menetapkan sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Negara, Provinsi Kalimantan Timur, sebagai calon ibu kota baru, menggantikan DKI Jakarta.

Pemerintah mengklaim, Kalimantan Timur sebagai ibu kota baru memiliki keunggulan, diantaranya memiliki lahan yang luas, minim konflik sosial, hingga potensi bencana alam yang rendah.
 


Editor: Ardhi Rosyadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Bagaimana Kedaulatan Perempuan atas Tanah bila RUU Pertanahan Disahkan?

Kabar Baru Jam 13

Penolakan RUU Pertanahan di Hari Tani