Ada Suap di Impor Bawang Putih, Ini Kata Menteri Enggar

bila ada nama-nama tersebut, maka importir itu akan masuk dalam daftar hitam dan tidak akan mendapatkan izin impor bawang putih.

BERITA , NASIONAL

Jumat, 09 Agus 2019 15:38 WIB

Author

Resky Novianto

Ada Suap di Impor Bawang Putih, Ini Kata Menteri Enggar

Petugas menunjukkan barang bukti Operasi Tangkap Tangan (OTT) pengurusan izin impor bawang putih di Gedung KPK. (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)

KBR, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku tidak mengetahui siapa saja importir yang terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK), saat memberikan suap kepada anggota DPR.   

Namun, Enggartiasto Lukita memastikan, bila ada nama-nama tersebut, maka importir itu akan masuk dalam daftar hitam dan tidak akan mendapatkan izin impor bawang putih.

"Saya belum tahu, kalau ada nama itu pasti tidak akan dapat izin dan di-blacklist pasti. Tapi kan kita lihat dulu perkembangannya, ya kan karena ngapain itu orang pakai asal memenuhi persyaratan, kan begitu ada rekomendasi proses rekomendasi dia tanam lakukan lah dengan benar, ngapain pakai suruh-suruh orang," ucap Enggartiasto Lukita di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (9/8/2019).

Enggartiasto Lukita juga mendukung proses yang sedang berjalan di KPK, karena KPK sudah memiliki standar prosedur operasional (SOP) sesuai dengan aturan yang ada.

"Proses izin impor bawang itu dari Deputi pencegahan beberapa waktu yang lalu. Prosesnya ada siapa-siapa yang sudah dapat dan itu bisa dilihat di online (website Kemendag)," jelas Enggar.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan anggota DPR dari Fraksi PDIP I Nyoman Dhamantra sebagai tersangka kasus suap impor bawang putih.

Anggota DPR periode 2014-2091 itu ditetapkan sebagai tersangka bersama lima orang lainnya.

Nyoman diduga menerima duit suap terkait kuota impor bawang putih sebanyak 20.000 ton di 2019.

Editor: Kurniati Syahdan
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Eps.2: Kuliah di UK, Cerita dari Rizki Putri Part 2

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17