Bagikan:

Virus Zika, Menkes Sebut Suku Anak dalam dan Wisatawan Positif

"Nyamuk demam berdarah dengan nyamuk zika itu sama. Jadi kemungkinan kita bisa terkena juga zika. Dan ada beberapa laporan yang sudah pulang dari Indonesia, wisatawan positif zika dari Indonesia,"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 30 Agus 2016 22:55 WIB

Virus Zika, Menkes Sebut Suku Anak dalam dan Wisatawan Positif

Ilustrasi (sumber: Dinkes Tulungagung)



KBR, Jakarta- Kementerian Kesehatan memastikan virus Zika sudah masuk ke Indonesia. Menteri Kesehatan, Nila Moeloek mengatakan, dari data yang didapat virus tersebut ditemukan telah menjangkiti seorang warga Suku Anak Dalam, Jambi.

Selain itu kata dia, seorang warga negara Indonesia usai melakukan kunjungan ke luar negeri.

"Ada temuan suku anak dalam di Jambi itu positif jadi itu kebetulan melakukan satu penelitian untuk demam diutamakan ke dengue. Tapi dengan cara pemeriksaan laboratorium, ternyata ada zika yang positif. Saya kira itu bukan merupakan hal yang aneh karena nyamuknya sama. Nyamuk demam berdarah dengan nyamuk zika itu sama. Aides Aegepty  yang sama. Jadi kemungkinan kita bisa terkena juga zika. Dan ada beberapa laporan yang sudah pulang dari Indonesia, wisatawan positif zika dari Indonesia," ujarnya kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (30/08).

Kata dia, terkait temuan adanya yang terjangkiti virus zika di Suku Anak Dalam, Jambi, merupakan hal yang masih wajar. Pasalnya menurut dia, pola hidup Suku Anak Dalam yang masih tradisional mengakibatkan rentan digigit nyamuk yang juga bisa menyebabkan penyakit demam berdarah. Meski demikian kata dia, kemenkes akan tetap melakukan upaya yang maksimal untuk mengantisipasi agar virus tersebut tidak menyebar lebih luas. Mengingat dampaknya yang cukup membahayakan orang yang terjangkiti.

"Zika ini memang sudah ditetapkan oleh WHO menjadi masalah di dunia dan yang ditakutkan adalah, kalau demam berdarah ini kan ada syoknya, terjadi syok, dengue ini yang menyebabkan kematian. Tapi kalau zika ini yang ditakutkan adalah terkenanya kalau ibu hamil itu mendapatkan anak-anak dengan kepala yang kecil atau mikrocefali dan penyakit saraf yang disebut guillain barre. Ini belum bisa dibuktikan betul karena virus zika atau tidak," ucapnya.

Dia juga menghimbau  masyarakat   untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan masing-masing. Dengan begitu kata dia, nyamuk aedes aegypti tidak bisa berkembang biak. Selain itu kata dia, penjagaan dengan melakukan pengecekan kesehatan WNI atau asing yang datang dari negara yang diduga juga terjangkit virus zika di setiap bandar udara.

"Namun saya pesankan ya kita tidak ingin ada wabah apalagi penyakit. Tentunya nyamuk ini yang harus kita atasi yaitu kebersihan. Sekali lagi, barangkali rumah-rumah kita ini tolong deh nyamuknya dirapikan jangan sampai ada sarang-sarang atau jentik nyamuk. Sama seperti deman berdarah, harus kita kuasai seperti itu. (Antisipasinya?) Pertama dari Singapura kita sudah membuat seperti pintu di bandara di tempat-tempat pintu masuk jika ada yang demam, kita sudah meminta kantor kesehatan pelabuhan untuk melakukan screening atau apa namanya. Kalau positif demam, kita minta diambil  darahnya, kita meminta mengisi alert card atau kartu kewaspadaan. Jadi kalau kalau hasilnya positif kita bisa memantau lagi memanggil orangnya," tambahnya.


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending