Virus Zika, IDI Desak Kemenkes Lokalisir Lokasi Kasus

"Penanganannya harus cepat, kemudian melindungi yang lain supaya tidak tertular harus cepat."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 31 Agus 2016 22:17 WIB

Author

Rio Tuasikal

Virus Zika, IDI Desak Kemenkes Lokalisir Lokasi Kasus

Penumpang kapal ferry dari Singapura melewati alat pendeteksi suhu tubuh (termal scaner) sebelum melakukan pengecapan paspor di terminal kedatangan Pelabuhan Internasional Batam Centre, Batam, Kepulau



KBR, Jakarta- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta Kementerian Kesehatan segera mengunci lokasi-lokasi kasus zika di Indonesia, menyusul kasus zika di Singapura. Ketua IDI Daeng Muhammad Faqih menyatakan hal itu guna mencegah penyebaran virus itu kepada warga lainnya.

Kata dia, pemerintah harus segera melakukan prosedur penanganan wabah.

"Yang terkena itu segera ditangani," ujarnya kepada KBR, Rabu (31/8/2016) malam.

"Penanganannya harus cepat, kemudian melindungi yang lain supaya tidak tertular harus cepat. Indikasi yang tertular itu seperti apa, untuk kemudian tidak menyebar ke yang lain seperti apa," jelasnya lagi.

Menurutnya, pemerintah harus segera mencari kajian ilmiah terkait virus zika. Bahan-bahan itu bisa didapatkan di negara-negara di mana kasus zika terjadi pertama kali termasuk di Badan Kesehatan Dunia (WHO). Sebab di Indonesia sendiri studi topik ini masih baru karena Indonesia baru berkenalan dengan virus tersebut.

Kata Faqih, kajian itu penting untuk mempelajari cara penularan, pencegahan, dan pengobatannya. "Karena perilaku itu minimal kita tahu," jelasnya.

Singapura melaporkan jumlah pasien zika dari 41 menjadi 82 orang. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan imbauan perjalanan (travel advisory) agar tak mengunjungi Singapura, terutama bagi perempuan hamil.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Kebijakan Pemerintah Tangani Konflik Papua

Para Pencari Harta Karun

Kabar Baru Jam 8

KPK Berada di Titik Nadir?