Tugaskan Serap Beras Senilai Rp 30 Triliun, Mendag: Bulog Mampu

"Bisa dianggarkan, mereka siap, mereka bankable, mereka bisa pinjam ke bank, kalau soal dana. Makanya, berapapun yang tersedia, kami beli,"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 09 Agus 2016 15:31 WIB

Author

Dian Kurniati

Tugaskan Serap Beras  Senilai Rp 30 Triliun, Mendag: Bulog Mampu

Ilustrasi



KBR, Jakarta- Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan Perum Bulog sangat mampu membeli semua hasil pertanian, terutama beras hingga Rp 30 triliun. Enggartiasto mengatakan, apabila keuangan Perum Bulog tidak mencukupi, perusahaan negara itu bisa mendapatkan suntikan dana dari utang, misalnya dari perbankan.

"(Dananya memang Rp 30 triliun?) Iya, dan mereka ada itu. Dan itu cukup. Kalau kurang kami tambahi. (Itu uang mereka?) Iya. Bisa dianggarkan, mereka siap, mereka bankable, mereka bisa pinjam ke bank, kalau soal dana. Makanya, berapapun yang tersedia, kami beli," kata Enggartiasto di kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (09/08/16).

Enggartiasto mengatakan, saat ini harga beras di tingkat petani cenderung berubah-ubah dan akan merugikan petani apabila harganya jatuh. Sehingga, kata dia, Perum Bulog akan menyerap semua beras petani saat harga sedang turun, misalnya di masa panen raya, dan menggelontorkan beras saat harga beras di petani melonjak. Dengan demikian, kata Enggartiasto, petani akan mendapatkan kepastian hasil pertaniannya terbeli dengan harga layak, meski harganya sedang jatuh.

Kemarin, Enggartiasto menyatakan telah menugaskan Perum Bulog untuk menyerap semua beras petani. Kata Enggartiasto, dia telah menyiapkan dana hingga Rp 30 triliun. Kata dia, dana itu cukup untuk menyerap semua hasil pertanian dan peternakan dari petani, terutama yang termasuk kebutuhan pokok masyarakat seperti beras. Menurutnya, strategi itu bisa menstabilkan harga dan meningkatkan kesejahteraan petani.


Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Jaksa Agung Diminta Klarifikasi Pernyataan bahwa Tragedi Semanggi I-II Bukan Pelanggaran HAM Berat