Tim Polisi Isyaratkan Periksa Penyelundupan Jutaan Ektasi di Tanjung Priok Pada 2012

Tim sudah mendapatkan temuan awalan yang diperoleh polisi sebelum unsur masyarakat dilibatkan.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 09 Agus 2016 13:36 WIB

Author

Sasmito

Tim Polisi Isyaratkan Periksa Penyelundupan Jutaan Ektasi di Tanjung Priok Pada 2012

Terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman. (Foto: KBR/M. Ridlo)



KBR, Jakarta- Tim bentukan polisi soal pernyataan Freddy Budiman,  mengisyaratkan akan memeriksa kembali penyelundupan ekstasi sekira 1,4 juta butir dari Cina ke Indonesia melalui Tanjung Priok pada 2012. Anggota tim, Hendardi  mengatakan tim juga akan berkoordinasi dengan lembaga lain yang berkaitan dengan kasus Freddy Budiman, seperti Badan Intelegen Strategis (BAIS) yang menyimpan berkas bekas anggota intelijen Supriyadi.

"Itu bagian yang akan kami lihat juga. Tapi kalau ini berkaitan dengan instansi lain, tentu saja kami akan berkoordinasi dengan instansi tersebut, apakah itu BNN, TNI atau lembaga seperti BAIS," jelas Hendardi saat dihubungi KBR, Selasa (9/8/2016).

Hendardi menambahkan tim ini baru sekali melakukan pertemuan kemarin siang. Pada pertemuan tersebut, tim masih melakukan penggalian ide untuk menindaklanjuti tulisan Haris Azhar soal kesaksian Freddy Budiman.

"Tim ini akan dikomandani oleh Irwasum dan terdiri dari beberapa pejabat tinggi Mabes Polri dan unsur eksternal antara lain saya, Poengky Indarti dari Kompolnas dan Efendy Ghazali dari akademisi. Sudah ada langkah-langkah yang dibicarakan? Belum kita baru brainstorming kemarin," imbuhnya.

Baca: [Beking Narkoba] Liberty Sitinjak: Hasilnya Apa, Tanya Pak Menteri

Meski demikian, kata dia, tim sudah mendapatkan temuan awalan yang diperoleh polisi sebelum unsur masyarakat dilibatkan.

"Sebelum dibentuknya tim ini, Mabes Polri telah bekerja sejak awal. Misalnya dengan menghimpun pledoi Freddy Budiman, berbagai keterangan lain seperti dari penasehat hukumnya Freddy dan tentu saja informasi-informasi seperti itu akan dikelola tim ini," pungkasnya.

Kepolisian Indonesia didesak melakukan pembuktian terbalik dari tulisan Haris Azhar soal kesaksian Freddy Budiman terkait pelibatan personel mereka dalam bisnis narkoba. Salah satunya dengan memeriksa kembali penyelundupan ekstasi sekira 1,4 juta butir yang dilakukan Freddy Budiman dari Cina ke Indonesia melalui Tanjung Priok yang kala itu melibatkan oknum intelijen bernama Supriyadi. Berkas-berkas soal kasus tersebut, berada di Badan Intelegen Strategis BAIS.

Serma Supriyadi sudah divonis 20 tahun penjara oleh oditur militer pada 27 Maret 2013. Tapi pada 20 Juni 2013, Pengadilan Militer II-08 menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara kepada Serma Supriyadi dan memecatnya sebagai anggota TNI. Tidak terima dengan putusan ini, oditur dan Supriyadi sama-sama banding. Namun, Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi Supriyadi pada Maret 2015.

Baca: Beking Narkoba, BNN Sudah Ambil CCTV dan Buku Tamu Nusakambangan



Editor: Rony Sitanggang
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18