Ratusan Desa Rawan Karhutla, Kalbar Maksimalkan Desa Siaga Api

Ada 135 desa yang dinilai rawan kebakaran lahan dan hutan.

BERITA , NASIONAL

Rabu, 17 Agus 2016 16:01 WIB

Author

Eli Kamilah

Ratusan Desa Rawan Karhutla, Kalbar Maksimalkan Desa Siaga Api

Dokumentasi- Pembakaran Lahan Kalbar. Kepulan asap terlihat dari lahan perkebunan sawit yang dibakar di Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Minggu (20/9). Foto: Antara


KBR, Jakarta- Tim Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan membentuk Desa Siaga Api untuk menangani karhutla di Kalimantan Barat. Menurut Juru Bicara Polda Kalbar Suhadi SW Desa Siaga Api dibentuk agar penanganan dan pencegahan karhutla maksimal.

Suhadi menjelaskan, tiap Desa Siaga Api terdiri dari tiga regu dengan anggota berjumlah tiga puluh orang. Tim desa ini, merupakan tim gabungan dari Babinkamtibmas, Babinsa dan Manggala Agni.

Meningkatnya jumlah titik panas di Kalbar, kata Suhadi disebabkan penanganan karhutla yang masih lamban. Kata dia, masih banyak pihak yang belum terlibat dalam menangani kebakaran lahan dan hutan.

" Tugasnya mereka, kalau ada titik hotspot kalau terdeteksi NOAA atau Terra harus dipadamkan," kata Suhadi kepada KBR, Rabu (17/8/2016)

Dalam rapat koordinasi Satgas Karhutla, Suhadi mengatakan ada 135 desa yang dinilai rawan kebakaran lahan dan hutan. Seperti di desa Mekarsari, dan desa Limbung.

"Kondisi desa-desa itu 90 persennya lahan gambut," ujarnya.

Suhadi menambahkan karhutla juga terjadi karena banyak lahan-lahan yang dilokasi gambut dibuka untuk perumahan. Masalah lainnya, kata dia adalah banyak lahan yang ditinggal pemiliknya.

Baca juga:

Tim Satgas juga melibatkan 60an pemadam kebakaran swasta dan menggandeng perusahaan membentuk juga Desa Siaga Api. Hingga saat ini, kata Suhadi ada beberapa perusahaan yang sudah membina desa di sekitar konsesi mereka, untuk mencegah karhutla. 

"Ada Sinar Mas yang membina 17 desa, PT PAS bina 12 desa, dan PT AMS bina 12 desa. Mereka membantu desa siaga api di sekitar kebun. Ada reward bagi desa yang tidak ada titik apinya, sebesar 100 juta oleh perusahaan," tambahnya. 

Perusahaan kelapa sawit yang memiliki lahan gambut juga diminta melakukan blocking kanal di lahan mereka. Saat ini, kata dia kendala besar di lapangan saat pemadaman titik panas, karena ketiadaan air. Pihaknya tengah mengupayakan pembangunan embung di tiap titik.

Editor: Malika 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 8

What's Up Indonesia

Penyadapan Grup WhatsApp oleh Polisi Langgar Privasi Masyarakat

Kabar Baru Jam 7

News Beat