Parade Pahlawan Olahraga, Kualitas Tak Meningkat

"Sekarang Thailand bisa merebut dua emas dari angkat besi gitu lho. Jadi secara kualitatif angkat besi kita stagnan,"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 23 Agus 2016 16:24 WIB

Author

Wydia Angga

Parade Pahlawan Olahraga, Kualitas Tak Meningkat

Emas olimpiade dari cabang bulu tangkis. (Foto: Antara)



KBR, Jakarta-  Meski perolehan medali dan peringkat mengalami peningkatan, namun   tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas. Pengamat olah raga Budiarto Shambazy  membandingkan masing-masing cabang olah raga dengan negara lain se-Asia.

"Kalau bulu tangkis oke, satu emas, tapi kan kita pernah dua emas di Barcelona tahun 92. Lalu kenapa saya bilang dari segi kualitatif, ini angkat besi begini-begini terus tidak pernah merebut emas dari tahun 2000 artinya 16 tahun tidak pernah merebut emas. Sementara, nah ini yang penting, negara-negara ASEAN lain yang tahun kita merebut medali dari angkat besi kan yang pertama tahun 2000 waktu itu Thailand nggak bisa ngapa-ngapain. Filipina juga tidak ada, Malaysia apalagi. Nah sekarang Thailand bisa merebut dua emas dari angkat besi gitu lho. Jadi secara kualitatif angkat besi kita stagnan," papar Budiarto kepada KBR, Selasa (23/8/2016).

Budiarto menambahkan, hal yang perlu dipersiapkan Indonesia ke depan adalah event Asian Games 2018 yang paling dekat untuk dihadapi sebelum Olimpiade 2020 di Tokyo. Sebagai tuan rumah, Indonesia harus menetapkan target peringkat  dalam ajang olah raga se-Asia itu. Sayangnya, ia melihat, semua pengurus cabang olah raga masih was-was untuk menetapkan targetnya pasca kegagalan dari target-target sebelumnya. Apalagi menurut wartawan senior itu, dana untuk olah raga  masih pas-pasan.  

"Duit itu dipakai untuk ikut kejuaraan tingkat lokal, nasional, regional, internasional. lalu untuk try out ke luar negeri untuk cabang-cabang tertentu yang frekwensinya setahun bisa minimal 6 kali dan satu kali bisa menghabiskan miliaran, dan pemerintah kita tak punya uang mencukupi untuk mendanai. Jadi saya menduga Asian Games 2018 meski kita tuan rumah dengan dana pas-pasan seperti biasanya maka kita 10 besar saja susah," ujarnya.

KOI, KONI, Kemenpora disebut Buadiarto berperan untuk mencapai prestasi saat ini dari Olimpiade 2016. Namun ia mengkritik birokrasi di bidang olah raga ini  masih bertele-tele yang dapat menghambat perkembangan atlet. Dia  berharap adanya reformasi birokrasi olah raga Indonesia.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN