Menteri Perdagangan Beberkan Langkah Intervensi Produk Pangan

Untuk intervensi gula, pemerintah akan memberi kuota impor bagi gula rafinasi atau gula kristal putih yang merupakan gula mentah.

BERITA , NASIONAL

Jumat, 12 Agus 2016 09:16 WIB

Author

Frans Mokalu

Menteri Perdagangan Beberkan Langkah Intervensi Produk Pangan

Sejumlah orang mendatangi kegiatan Operasi Pasar Bulog di Lhokseumawe, Aceh, (29/8/2016) untuk menekan kenaikan harga gula. Harga gula di Aceh menembus angka Rp19,500 per kg. (Foto: ANTARA)

KBR, Cirebon - Pemerintah berencana mengintervensi pasar produk pangan dalam negeri untuk menjaga ketersediaan bahan pokok dan penyerapan hasil produksi petani dalam negeri.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan produk pangan yang akan diintervensi adalah beras, gula, garam, hingga daging sapi. Sebagai langkah awal, intervensi pasar akan dimulai dengan produk beras.

Enggartiasto Lukita mengatakan akan meminta Perum Bulog untuk menyerap hasil produksi petani berapapun jumlahnya.

"Ketika produk petani tidak habis dijual, maka pemerintah akan mengintervensi. Berapapun banyaknya, kita perintahkan Bulog untuk membeli," kata Enggartiasto Lukita di Cirebon, Jawa Barat, Kamis (11/8/2016).

Untuk intervensi gula, Enggartiasto mengatakan akan memberi kuota impor bagi gula rafinasi atau gula kristal putih yang merupakan gula mentah.

"Tapi dengan catatan, importir gula rafinasi harus investasi pada tebu dengan pola inti plasma," kata Menteri Enggartiasto.

Selama ini ia melihat ada disparitas atau selisih antara kebutuhan gula dalam negeri dangan produksi nasional. Begitu pun dengan produk daging sapi. Karena itu, Kementerian Perdagangan mengeluarkan kebijakan yang mengharuskan pengusaha daging mengimpor bibit untuk susu dan daging sebagai investasi.

"Itu kompensasinya, kita kasih kuota impor untuk sapi bakalan, dan target antara enam sampai tujuh tahun nanti kita sudah bisa mandiri," tambah Enggartiasto.

Terkait kebijakan tersebut, Kementerian Perdagangan sudah berkordinasi dengan para pengusaha gula dan sapi, serta Bulog untuk intervensi komoditas beras.

"Untuk industri garam, intervensi apa yang akan dilakukan, kita akan bicarakan segera dengan pengusaha garam," kata Enggar.

Menteri Perdagangan meyakinkan kepada masyarakat, intervensi pasar merupakan metode pemerintah untuk mencapai ketersediaan bahan pokok, turunnya harga bahan pokok, hingga penyerapan hasil produksi dalam negeri.

"Tak hanya produk pangan, tapi peningkatan kualitas produk juga harus dilakukan terhadap produksi Indonesia lainnya, terutama produk-produk usaha kecil menengah (UKM)," ujarnya.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Cukai Naik, Perokok Turun?

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

News Beat

Kabar Baru Jam 8