Identitas Tak Jelas, Jenazah Terduga Teroris Ibrahim Dikubur di TPU Poboya

Ibrahim warga etnis Uighur yang tewas dalam baku tembak dengan Tim Satgas Tinombala, beberapa hari lalu, akhirnya dimakamkan di tempat pemakaman umum Poboya Kota Palu, Sulawesi Tengah.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 19 Agus 2016 17:04 WIB

Author

Erna Dwi Lidiawati

Identitas Tak Jelas, Jenazah Terduga Teroris Ibrahim Dikubur di TPU Poboya

Jenazah Ibrahim warga negara asing etnis Uigur Tiongkok akhirnya dimakamkan di TPU Poboya. Foto: Erna Dwi/KBR

KBR, Palu - Ibrahim warga etnis Uighur yang tewas dalam baku tembak dengan Tim Satgas Tinombala, beberapa hari lalu, akhirnya dimakamkan di tempat pemakaman umum Poboya Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (19/8/2016).

Pertimbangan ini diambil lantaran sejak tewasnya Ibrahim dua hari lalu, sampai saat ini belum ada orang yang mengaku sebagai keluarganya.
 
Namun begitu pihak kedokteran forensik RS. Bhayangkara Palu sudah mengambil sample DNA jenazah Ibrahim, meski tidak adanya pembanding. Menurut Juru Bicara Polda Sulteng, Hari Suprapto, karena identitas tidak jelas, maka jenazah warga negara asing tersebut akhirnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Poboya.
 
“Sudah dicocokan ciri-ciri fisiknya cocok dengan Ibrahim suku Uighur. Kemudian yang bersangkutan ini sama dengan warga negara asing  terdahulu dengan paspor yang tidak jelas. Paspornya diduga palsu sehingga ada kesulitan penyidik menghubungi keluarga. Oleh karena itu diambil langkah oleh tim DVI dan tim inafis serta  kedokteran forensik tetap mengambil sample DNA walaupun memang tidak ada maupun belum ada pembanding,” kata Hari, di Kantor Polda Sulteng, Jumat (19/8/2016).

Baca juga: Pasukan TNI/Polri Tutup Akses Kelompok Santoso pada Logistik Petani
 
Ibahim warga etnis Uighur, Tiongkok ini tewas saat baku tembak dengan tim Satgas Tinombala yang sedang melakukan patroli di Desa Padopi, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Rabu (17/08/2016) lalu.

Saat kontak tembak tembak terjadi Ibrahim tidak sendiri. Ada satu orang tak dikenal berlari masuk hutan dengan menenteng senjata. Dan OTK tersebut diduga menenteng senjata M16.
 
Dari laporan intelejen kelompok Santoso saat ini masih memiliki lima unit senjata pabrikan buatan Amerika serikat. Dengan tewasnya Ibrahim,  saat ini masih ada 15 orang lagi kelompok Santoso yang masuk DPO  belum menyerahkan diri.



Editor: Quinawaty
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Omnibus Law untuk Siapa?

Kabar Baru Jam 13

Mengimajinasikan Ibu Kota Baru yang Cerdas dan Berkelanjutan (Bagian 2)