Hotspot di Riau Melonjak Tajam

Titik panas sudah mencapai 278 titik.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 17 Agus 2016 15:57 WIB

Author

Eli Kamilah

Hotspot di Riau Melonjak Tajam

Ilustrasi. Pantauan hotspot satelit NOAA. Foto: kemendagri.go.id


KBR, Jakarta- Titik api di Provinsi Riau melonjak tajam hari hari ini, Rabu (17/8/2016). Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofika (BMKG) Pekanbaru, Riau, Sugarin mengatakan titik panas sudah mencapai 278 titik. Sebenyak 192 titik terdeteksi dengan level confidence di atas 70 persen. Titik api terbanyak berada di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). 

"Tadi pagi pantauan kita, ada 278 titik panas, kemudian level confidence diatas 70 persen 192. Rohil 91, rokan hulu 17, Dumai 14, Bengkalis 14, Meranti 28, Kampar 4, Kwansing 6, Siak 18. Saya kemarin dari ROhil parah sekali di sana,"ujarnya.

Sugarin menambahkan titik api meningkat karena banyaknya pembakaran, untuk pembukaan lahan. Padahal, kata dia kemarin sore hotspot di Riau hanya terdeteksi 21 titik saja. 

Sementara untuk kondisi cuaca di Riau, hujan ringan diprediksi hanya akan terjadi di bagian utara dan selatan di malam hari.

"Tetapi memang kondisinya panas, karena Riau masuk musim kemarau,"katanya.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeteksi 482 titik panas di wilayah Indonesia. Wilayah dengan titik panas terbanyak ditemukan di Kalimantan Barat dengan jumlah 303 titik panas.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo P. Nugroho menjelaskan, selain karena puncak musim kemarau, peningkatan titik panas ini juga disebabkan pembakaran lahan yang dilakukan oleh warga untuk menyiapkan musim tanam pertanian dan perkebunan.

"Seiring dengan meningkatnya jumlah titik api, maka BNPB akan menambah 4 Helikopter Water Bombing yang ditempatkan di Jambi, 2 unit, dan Kalbar, 2 unit. (Di) Kalbar, memang tiga hari terakhir terjadi peningkatan titik api. Dan kalau kita lihat, memang (kebakaran terjadi) pada lahan-lahan yang dibakar untuk persiapan pertanian dan perkebunan," jelas Sutopo kepada KBR, Rabu (17/8/2016).

Saat ini, lanjut Sutopo, BNPB terus siaga bersama dengan Tim Satgas Gabungan. Sejauh ini kata dia BNPB telah mengerahkan 7 Helikopter Water Bombing, 2 Pesawat Water Bombing, dan 2 Pesawat Hujan Buatan yang ditempatkan di berbagai daerah untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Perempuan sebagai Pembuat Perubahan, Dukungan dan Tantangan

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12