Gubernur BI: Perempuan Cocok Kembangkan UMKM

"Apabila kaum wanita Indonesia bisa meningkatkan rata-rata produktivitasnya, maka akan memberi sumbangsih yang tiada tara untuk Indonesia,"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 26 Agus 2016 17:17 WIB

Author

Dian Kurniati

Gubernur BI:  Perempuan Cocok Kembangkan UMKM

Ilustrasi (Foto: Antara)



KBR, Jakarta- Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyebut kaum perempuan sebagai kelompok yang cocok mengembangkan sektor kreatif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Agus mengatakan, dia banyak menjumpai industri kreatif berskala kecil di seluruh wilayah Indonesia yang penggeraknya dari kaum perempuan.

Kata Agus, apabila diberi dukungan lebih, kaum perempuan bisa berkontribusi semakin besar pada perekonomian nasional.

"Kami ingin menggarisbawahi dua kalimat kunci, yakni pengembangan UMKM dan pengembangan ekonomi kreatif. Di dua area ini, Indonesia mempunyai potensi yang besar sekali, khususnya di kaum wanita Indonesia. Apabila kaum wanita Indonesia bisa meningkatkan rata-rata produktivitasnya, maka akan memberi sumbangsih yang tiada tara untuk Indonesia," kata Agus di Balai Kartini, Jumat (26/08/16).

Agus mengatakan, sektor UMKM dan indusri kreatif memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan. Menurutnya, kaum perempuan sesuai di sektor itu karena memiliki kreativitas yang besar untuk mengembangkan potensi industri kreatif di daerahnya. Kata dia, apabila diberi kesempatan dan pendampingan yang tepat, peran perempuan untuk menggerakkan perekonomian nasional akan semakin besar.

Agus berujar, UMKM memiliki arti penting dalam perekonomian nasional. Dia menyebutkan, sektor itu mampu berkontribusi hingga 60,3 persen dari produk domestik bruto (PDB) dan menyerap tenaga kerja hingga 97 persen dari total tenaga kerja nasional.

Kata Agus, karakter UMKM yang kecil-kecil tetapi berjumlah banyak, justru menjadi penahan yang bagus apabila negara mengalami tekanan ekonomi seperti pada 1997-1998 lalu. Adapun industri kreatif, kata Agus, data statistik mencatat pertumbuhan hingga 5,6 persen dalam kurun 2010-2013. Sektor itu berkontribusi 7,1 persen pada PDB dan menyerap 10,7 persen tenaga kerja nasional.


Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18