Full Day School, Mendikbud Muhadjir: Saya Baru Jual Ide

"kita ingin respon dari masyarakat seperti apa. Akan kita olah, semua dirjen sudah siap dan kita mulai tampung semua saran-saran itu. "

BERITA | NASIONAL

Selasa, 09 Agus 2016 15:16 WIB

Author

Ninik Yuniati

Full Day School, Mendikbud Muhadjir: Saya Baru Jual Ide

Mendikbud Muhadjir Effendi. (Foto: Antara)



KBR, Jakarta- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi menyatakan kebijakan full day school baru sebatas ide. Kata dia, pihaknya masih melakukan kajian yang melibatkan para pakar pendidikan dan psikologi.

Mendikbud   mengundang masyarakat untuk menyampaikan kritik dan maasukan. Hasil kajian bakal disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. Nantinya, keputusan akhir berada di tangan Presiden Joko Widodo.

"Pokoknya saya baru jual ide ke masyarakat, dan  kita ingin respon dari masyarakat seperti apa. Akan kita olah, semua dirjen sudah siap dan kita mulai tampung semua saran-saran itu. Nanti Kita akan olah lagi, dan ini masih panjang prosesnya. Kita kembalikan kepada Presiden, karena saya pembantu Presiden. Nanti akan saya sampaikan, berdasarkan kajian begini, respon masyarakat seperti ini, kemudian berdasarkan kajian kami seperti ini, nanti keputusan di tangan Presiden," kata Muhadjir di kawasan SCBD, Selasa (9/8/2016).

Muhadjir mengaku telah mendiskusikan konsep tersebut kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla dan mendapat respon positif. Kata dia, JK meminta untuk dibahas lebih dalam serta dilakukan pilot project.

"Pak JK pada prinsipnya sangat menyambut, cuma beliau pesan, supaya dipelajari lebih seksama, dan kemudian kalo perlu ada pilot project, baru nanti kalau memang bagus, bisa diterapkan secara lebih luas," kata dia.

Kata dia, konsep ini merupakan upayanya untuk menerjemahkan visi tentang pendidikan karakter yang tercantum dalam Nawacita Presiden Jokowi.

Menurutnya, Presiden menginginkan agar materi pendidikan karakter untuk SD dan SMP lebih banyak ketimbang materi pengetahuan.

"Pendidikan karakter itu porsinya di dalam buku ini adalah 70 : 30, dan 60:40. Dan itu tidak ada mata pelajaran, itu kegiatan yang menggembirakan, kegiatan co-curricular," jelas Muhadjir.

Muhadjir menyebut banyak negara lain yang sudah menerapkan kebijakan tersebut, di antaranya Finlandia. Itu sebab, kata dia,  Finlandia memiliki SDM dengan kualitas terbaik di dunia.

"Saya sih sebetulnya tidak bermaksud meniru, Finlandia kan SDM-nya paling bagus di dunia, karena pendidikan karakternya," tuturnya.

Muhadjir mengarahkan kebijakan ini bakal diterapkan untuk seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta.

"Ini kan nanti tidak berlaku hanya negeri, tapi merupakan kebijakan nasional," tuturnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mengusung Pilkada yang Sehat dan Berkualitas