Full Day School, Kemdikbud: 2 Pekan Kajian Rampung

"Ekskul itu kan bisa belajar nari, nyanyi, seni, seni kriya, bisa olahraga, menulis, kalau yang basisnya agama, ya contoh tadi, ngaji, atau kegiatan di lembaga-lembaga keagamaan."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 09 Agus 2016 17:37 WIB

Author

Ninik Yuniati

Full Day School, Kemdikbud:  2 Pekan Kajian Rampung

Ilustrasi: Polisi Cirebon, Jabar tangkap pelajar yang hendak tawuran (Foto: KBR/Frans M.)



KBR, Jakarta- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menargetkan kajian tentang kebijakan full day school rampung dua pekan ke depan. Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhammad mengatakan, kajian dilakuan oleh tim yang berisi pakar pendidikan dan psikologi.

Kata dia, konsep sekolah seharian ini ditujukan untuk mencegah siswa SD dan SMP melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat sepulang sekolah. Hamid optimistis model sekolah ini juga bisa diterapkan di pedesaan.

"Ekskul itu kan bisa belajar nari, nyanyi, seni, seni kriya, bisa olahraga, menulis, kalau yang basisnya agama, ya contoh tadi, ngaji, atau kegiatan di lembaga-lembaga keagamaan. (Kajian kapan selesai?) Mudah-mudahan 1-2 minggu ini lah, semoga sudah bisa kelihatan," kata Hamid di kawasan SCBD, Selasa (9/8/2016).

Hamid Muhammad enggan menjelaskan secara gamblang tentang konsep teknis sekolah seharian ini. Ia hanya menyebut, penambahan jam sekolah tersebut mirip dengan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ini, menurutnya, bisa dilakukan oleh sekolah ataupun berbasis masyarakat.

"Ekstrakurikulernya kan banyak model, kalau yang seperti di DKI ini kan banyak GOR, sekolah kerja sama dengan gelanggang itu. Yang penting itu anak-anak pembinaan karakternya bagus, melalui kegiatan seni olah raga, atau kegiatan lainnya yang mendukung," ujar dia.

Menurutnya, model sekolah seharian telah banyak diterapkan di sekolah swasta. Namun, ketika ditanya tentang mahalnya sekolah model seperti itu, Hamid hanya mengatakan, masalah anggaran juga masih dalam kajian.

"Sekolah-sekolah kita itu, yang melaksanakan full day itu kan banyak, terutama sekolah swasta ya, itu kan banyak, seperti Labs School. Ini masih penjajakan kok, kita masih hitung anggarannya, dst, makanya nanti tunggu kajiannya," kilahnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Jokowi Perintah Menkes Segera Tetapkan Kriteria Pembatasan Sosial Berskala Besar