Cegah Zika, Pemerintah Pasang Alat Deteksi

Kementerian Luar Negeri terus memantau perkembangan informasi terkait virus zika.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 31 Agus 2016 12:53 WIB

Author

Ninik Yuniati

Cegah Zika, Pemerintah Pasang Alat Deteksi

Nyamuk Aedes Aegypti pembawa virus Zika



KBR, Jakarta- Pemerintah bakal memasang alat deteksi di titik-titik yang diduga sebagai pintu masuk virus Zika, terutama dari Singapura. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut setidaknya dua titik yang berpeluang menjadi pintu masuk yakni Jakarta dan Batam.

"Ada beberapa entry point selain tentunya Jakarta, tetapi dengan Singapura ada beberapa entry point yang melalui Batam dan lain-lain yang harus dilengkapi alat-alat deteksi bagi penumpang yang masuk dari Singapura ke Indonesia," kata Retno di DPR, Rabu (31/8/2016).

Retno Marsudi menambahkan, Kementerian Luar Negeri terus memantau perkembangan informasi terkait virus Zika. Kata dia, hari ini bakal ada pertemuan dengan Kementerian Kesehatan membahas hal tersebut.

"Hari ini kita juga melakukan koordinasi dengan Kemenkes, dan Menkes lah yg akan memberikan health advisory mengenai masalah Zika ini," ujar bekas Duta Besar Belanda ini.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan memastikan virus Zika sudah masuk ke Indonesia. Menteri Kesehatan, Nila Moeloek mengatakan, dari data yang didapat virus tersebut ditemukan telah menjangkiti seorang warga Suku Anak Dalam, Jambi. Selain itu kata dia, seorang warga negara Indonesia usai melakukan kunjungan ke luar negeri.

"Ada temuan suku anak dalam di Jambi itu positif jadi itu kebetulan melakukan satu penelitian untuk demam diutamakan ke dengue. Tapi dengan cara pemeriksaan laboratorium, ternyata ada zika yang positif. Saya kira itu bukan merupakan hal yang aneh karena nyamuknya sama. Nyamuk demam berdarah dengan nyamuk zika itu sama. Aides Aegepty yang sama. Jadi kemungkinan kita bisa terkena juga zika. Dan ada beberapa laporan yang sudah pulang dari Indonesia, wisatawan positif zika dari Indonesia," ujarnya kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (30/8/2016).

Meski begitu kata dia, temuan virus zika pada Suku Anak Dalam di Jambi, merupakan hal wajar. Pasalnya menurut dia, pola hidup Suku Anak Dalam yang masih tradisional mengakibatkan rentan digigit nyamuk yang juga bisa menyebabkan penyakit demam berdarah. Meski demikian kata dia pihaknya akan tetap melakukan upaya maksimal untuk mengantisipasi agar virus tersebut tidak menyebar lebih luas.

Editor: Malika 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Cerdik Kelola THR

Kabar Baru Jam 8

Soal Kerumunan, Kegiatan Ibadah dan Ancaman Virus Covid-19 Varian Baru

Jihad itu Sebenarnya Apa Sih?