Bebaskan Sandera Abu Sayyaf, Indonesia Terus Komunikasi dengan Filipina

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, ancaman pemenggalan yang dilontarkan kelompok penyandera takkan mempengaruhi operasi pembebasan.

BERITA , NASIONAL

Kamis, 18 Agus 2016 16:13 WIB

Author

Ria Apriyani

Bebaskan Sandera Abu Sayyaf, Indonesia Terus Komunikasi dengan Filipina

Ilustrasi: simulasi pembebasan sandera. (Foto: Antara)



KBR, Jakarta - Upaya pembebasan Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera milisi Abu Sayyaf di Filipina terus berlanjut.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, ancaman pemenggalan yang dilontarkan kelompok penyandera takkan mempengaruhi operasi pembebasan. Kata dia, pemerintah Indonesia terus berkomunikasi dengan pemerintah Filipina mengenai proses pembebasan ini.

"Ya selalu begitu. Kalau yang penyandera selalu mengancam, dimanapun selalu begitu. (Upaya penyelamatan yang lain?) Tentu tetap diusahakan. Karena seperti yang selalu dikatakan, ini kan Filipina. Jadi kan minta Filipina berusaha dengan baik," katanya JK di Jakarta, Kamis (18/8/2016).

Sebanyak dua dari delapan WNI sandera Abu Sayyaf berhasil meloloskan diri. Mereka adalah Mohammad Sofyan dan Ismail. Sofyan sebelumnya mengaku ia dan seorang warga Indonesia lainnya melarikan diri saat penculik mereka sedang tidur. Dia berhasil melarikan diri setelah nekat menceburkan diri ke laut dan berenang.

Baca juga:

Sedangkan Ismail ditemukan di Barangay Bual, desa yang sama dengan ditemukannya Mohammad Sofyan yang juga merupakan sandera Abu Sayyaf. Ismail adalah pemimpin Kapal Tugboat Charles. Dia ada di tahanan pasukan pemerintahan sejak Rabu malam dan akan dibawa ke Kota Jolo.

Abu Sayyaf, kelompok yang berafiliasi dengan ISIS ini menculik tujuh pelaut Indonesia di Perairan Filipina selatan pada 23 Juni lalu. Kelompok ini juga masih menahan 15 sandera asal Norwegia, Belanda, lima warga Malaysia, dan delapan warga Filipina.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pascapenggerebekan, Mahasiswa Papua di Surabaya Trauma