RAPBN 2016, Pemerintah Diminta Tak Tekan Pengusaha Bila Penerimaan Pajak Seret

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) minta pemerintah menyiapkan skenario cadangan apabila target penerimaan pajak tahun depan tidak tercapai.

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 15 Agus 2015 18:11 WIB

Author

Ninik Yuniati

Haryadi B. Sukamdani. Foto: Antara

Haryadi B. Sukamdani. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah menyiapkan skenario cadangan apabila target penerimaan pajak tahun depan tidak tercapai. Ketua Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan, target pajak sebesar 1.565 triliun tersebut dinilai terlalu besar. Ia khawatir, pemerintah menggenjot realisasi pajak dengan cara menekan pengusaha, yang akhirnya menyebabkan perekonomian melambat.

Pemerintah kata dia, seharusnya belajar dari pengalaman tahun ini, di mana penerimaan pajak hingga semester pertama baru mencapai 37 persen.

"Gap-nya ini, menurut saya, yang harus jadi pe-ernya pemerintah untuk mengimplementasikannya. Jadi bagi kita sangat mungkin, dengan catatan, kalau penerimaannya tidak sesuai rencana, maka plan B nya apa mau mencapai itu. Tapi tidak dengan melakukan pressure, kepada si Wajib Pajak, yang akhirnya menjadi kontraproduktif. Seperti kemarin, di sektor properti dengan isu PPNBm, semua orang sudah enggak mau beli properti lagi," kata Hariyadi seusai acara diskusi di salah satu rumah makan di Jakarta, Sabtu (15/8).

Sebelumnya, pemerintah mematok target penerimaan pajak di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 sebesar 1.565 triliun. Jumlah ini naik sebesar 76,5 triliun dari APBN Perubahan 2015. Sementara, total penerimaan negara dalam negeri ditargetkan mencapai 1.848 triliun.


Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Tetap Aman dan Sehat Beraktivitas Saat Pandemi

Catatan Vaksin Mandiri

Wapres Bicara Vaksinasi untuk Lansia