Rakornas IPTEK, Tingkatkan Kerjasama Lembaga Riset dan Industri

Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menyelenggarakan Rakornas dihadiri sekitar 400 peserta yang berasal dari akademisi, pihak swasta dan pemerintahan.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 04 Agus 2015 13:51 WIB

Author

Lulu Zuhriyah

Rakornas IPTEK, Tingkatkan Kerjasama Lembaga Riset dan Industri

KBR,Jakarta- Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menyelenggarakan Rakornas (Rapat Kordinasi Nasional) IPTEK (Ilmu Pengtahuan dan Teknologi) 2015 di ruang Auditorium BBPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), siang ini (4/8/2015). 

Acara tersebut dihadiri sekitar 400 peserta yang berasal dari akademisi, pihak swasta dan pemerintahan. Acara tersebut digelar untuk mempererat kerjasama stakeholder riset. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M. Nasir mengungkapkan perlunya koordinasi  antara peneliti dan pihak industri agar tercipta hasil riset yang sinergis.

"Pada Rakornas ini saya berharap, apa yang akan kita lakukan selama ini dari peneliti, khususnya dari perguruan tinggi yang dari hulu menuju ke hilir (industri), sekarang kita harus menyandingkan juga, artinya tidak melupakan bagaimana kebutuhan hilir (industri) untuk disampikan nanti menuju kepada hulu (peneliti/perguruan tinggi)," jelasnya saat membuka acara tersebut.

Sebelum dilaksanakan Rakornas tersebut telah diadakan serangkaian acara pra rakornas pada tanggal 1 dan 8 Juli 2015 lalu. Rakornas kali ini selain bertujuan memperat kerjasama antar stakeholder riset juga ditujukan untuk meningkatkan pendayagunaan hasil-hasil riset.  

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Jaksa Agung Diminta Klarifikasi Pernyataan bahwa Tragedi Semanggi I-II Bukan Pelanggaran HAM Berat