Pakar IPB Minta Pemerintah Kurangi Impor Pangan dari Tiongkok

Tiongkok memang maju dari sisi pengembangan teknologi pangan. Namun, banyak kasus pangan dari Tiongkok yang bermasalah ketika masuk ke Indonesia.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 27 Agus 2015 23:34 WIB

Author

Rafik Maeilana

Pakar IPB Minta Pemerintah Kurangi Impor Pangan dari Tiongkok

Aktivitas bongkar muat beras impor di pelabuhan. (Foto: sumber www.bumn.go.id)

KBR, Bogor – Pemerintah diminta mengurangi impor pangan dari Tiongkok. Hal itu karena negeri tirai bambu itu selalu bermasalah ketika memasukkan bahan pangan ke Indonesia.
 
Pakar pangan dari Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB) Purwiyatno Hariyadi mengatakan Tiongkok memang maju dari sisi pengembangan teknologi pangan. Namun, banyak kasus pangan dari Tiongkok yang bermasalah ketika masuk ke Indonesia.
 
"Kalau kita lihat kasus melamin, pemalsuan susu formula dengan bubuk melamin, itu kan di Cina juga. Sebelumnya ada susu formula yang tidak diisi susu tapi diisi tepung, itu di Cina juga. Dan itu menyebabkan beberapa bayi meninggal," katanya saat ditemui di Kampus IPB Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/08).
 
Purwiyatno menjelaskan, untuk mengantisipasi agar tidak ada lagi pangan impor yang  bermasalah, pemerintah juga diminta untuk membentuk lembaga pengawasan pangan, terlebih pangan yang didatangkan dari luar negeri.
 
"BP POM belum kurang cukup untuk menangani itu. Harus ada lembaga yang langsung ke pokok permasalahan," jelasnya.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17