Bagikan:

OC Kaligis Merasa Diculik, Pengacara : Keluarga Yang Berinisiatif Laporkan KPK Ke Bareskim

Kata Kuasa Hukum OC Kaligis, Humprey Djemat, pihak keluarga OC Kaligis tidak terima dengan proses penangkapan kliennya yang dianggap melanggar hak kemerdekaan seseorang.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 07 Agus 2015 17:15 WIB

OC Kaligis Merasa Diculik, Pengacara : Keluarga Yang Berinisiatif Laporkan KPK Ke Bareskim

OC Kaligis. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Kuasa Hukum Tersangka Kasus Penyuapan Hakim PTUN Medan OC Kaligis, Humprey Djemat memastikan yang menjadi inisiator pelaporan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri atas dugaan penculikan adalah keluarga pengacara kondang tersebut.

Kata dia, pihak keluarga OC Kaligis tidak terima dengan proses penangkapan kliennya yang dianggap melanggar hak kemerdekaan seseorang. Menurut keterangan keluarga, penyidik KPK yang berjumlah 6 orang saat penangkapan tidak memperlihatkan dan membacakan surat tugasnya. Hal ini jelas melanggar 328 KUHP tentang penculikan.

“Ini memang benar-benar dilakukan oleh keluarganya terutama anak-anaknya tetapi mereka sudah mengkonsultasikannya kepada saya dan sudah menginformasikan kemarin. Pada waktu datang kira-kira enam orang yang mengaku petugas KPK bertemu dengan pak OCK di lobi Hotel Borobudur, mereka itu tidak memperlihatkan atau membacakan surat tugasnya. Pak, ikut kita ke kantor nanti semuanya kami jelaskan, jangan membuat gaduh, karena nanti bapak sendiri yang malu, katanya,” ujarnya kepada wartawan di kantor KPK.

Sebelum penangkapan, Humprey Djemat membantah kalau kliennya sudah menginap selama dua malam di Hotel Borobudur. Pasalnya, OC Kaligis baru saja datang dari Makassar.

Sebelumnya, keluarga OC Kaligis melaporkan dugaan penculikan dan penyalahgunaan wewenang penyidik KPK dalam penangkapan dan penahanan pengacara senior itu. OC Kaligis sebelumnya dibawa paksa dari hotel Borobudur ke Gedung KPK. OC kemudian ditahan setelah diperiksa lebih dari lima jam. 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Genjot Investasi untuk Ancaman Resesi

Most Popular / Trending