Malaysia Bangun PLTN di Perbatasan Kalimantan, Bahayakan Warga Indonesia

Pengamat Nuklir Iwan Kurniawan mengatakan bahwa dampak dari PLTN itu pasti mengenai Indonesia jika terjadi kecelakaan.

BERITA | NASIONAL | NASIONAL

Jumat, 14 Agus 2015 15:02 WIB

Author

Wydia Angga

Malaysia Bangun PLTN di Perbatasan Kalimantan,  Bahayakan Warga Indonesia

Ilustrasi pembangkit nuklir. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang dibangun Malaysia di perbatasan  membahayakan warga di wilayah Indonesia. Pengamat Nuklir, Iwan Kurniawan  mengatakan  dampak dari PLTN itu pasti mengenai Indonesia jika terjadi kecelakaan. Menurut Iwan, jika arah angin ke selatan, maka bagian Kalimantan wilayah Indonesia akan tercemar radiasi. Kata dia, seharusnya PLTN dibangun di kawasan   hingga radius 50 kilometer yang tak banyak penduduknya.

"Sebetulnya tidak ada di seluruh dunia PLTN dijamin aman. Karena beresiko semua. Seperti di Fukushima Jepang. Siapa yang menjamin tidak akan terjadi kecelakaan? Tapi akhirnya terjadi juga. Beruntungnya, dulu Fukushima anginnya menuju laut, kalau tidak mereka akan terdampak lebih parah radiasinya. Itu pun limbahnya juga mengalir melalui air," kata Iwan kepada KBR (14/8/2015).

Selain itu, Iwan menilai bahwa PLTN yang nanti dibangun di sebelah utara Kalimantan itu, berjarak dekat dengan wilayah Indonesia. Karenanya jika terjadi kecelakaan, Iwan pastikan dampak pencemarannya akan sampai ke Indonesia melalui daratan.  

"Kalau kita bisa melobi mereka untuk tidak bangun di dekat wilayah kita, tapi kan kita tidak mungkin melakukannya karena itu kan kedaulatan mereka," pungkasnya. 


Editor: Rony Sitanggang
   

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Dampak Tambang terhadap Lingkungan di Sulawesi Tenggara dan Tengah

NFT, New Kid on the Block (chain)

Kabar Baru Jam 8

Seruan Penolakan Bibit-Bibit Kekuasaan Mutlak