Bagikan:

Mabes Polri Akan Periksa Asosiasi Pedagang Daging Sapi

Kepolisian menyebut tingginya harga daging sapi belakangan ini disebabkan keluarnya surat dari Asosiasi Penjual Daging Sapi yang meminta para pedagang untuk mogok berjualan daging.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 18 Agus 2015 17:43 WIB

Author

Nurji

Mabes Polri Akan Periksa Asosiasi Pedagang Daging Sapi

Surat edaran mogok berjualan yang dianggap menjadi salah satu penyebab mahalnya harga daging.

KBR, Jakarta - Kepolisian menyebut tingginya harga daging sapi belakangan ini disebabkan keluarnya surat dari Asosiasi Pedagang Daging Sapi yang meminta para pedagang untuk mogok dan tak menjual produknya pada 8 hingga 12 Agustus lalu.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Mabes Polri Victor Simanjuntak menjelaskan kesimpulan sementara itu diperoleh setelah penggrebekan terhadap dua perusahaan penggemukan sapi, yaitu PT TUM dan PT BPS di Tangerang pada Rabu pekan lalu.

Victor mengatakan surat edaran tersebut bermotif agar pemerintah kembali menambah kuota impor daging sapi. Karena, sebelumnya, para pemasok daging sapi mengklaim kekurangan pasokan.

"Kenapa sapi tidak ada, daging sapi tidak ada. Ternyata ada surat himbauan untuk melarang berjualan apa tujuannya melarang nah itu kita tanya disana ternyata kenapa pemerintah mengurangi kuota. Bukan memaksa, surat meminta untuk tidak berjualan 8-12 Agustus dari Asosiasi Penjual Daging Sapi," jelasnya, Selasa (18/8).

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Mabes Polri Viktor mengklaim, dari hasil penyidikan diketahui bahwa para pemasok sengaja memerintahkan penjual untuk tidak membeli daging sapi agar dianggap terjadi kelangkaan produk.

Hal tersebut bertolak belakang dengan temuan lembaganya di dua perusahaan penggemuk sapi. Secara rinci ia mengatakan, di dua perusahaan itu saja terdapat lebih dari 21 ribu ekor sapi. Sementara bila dalam sehari mampu memotong 150 ekor, maka sapi tersebut baru akan habis pada Januari 2016 mendatang.

Ini senada dengan hasil pertemuannya dengan Kementerian Pertanian yang juga menyimpulkan stok sapi baru habis Maret 2016. Hingga kini kepolisin telah memeriksa enam saksi dari PT. TUM dan PT. BPS terkait kasus tersebut.

Kepolisian juga akan memeriksa Asosiasi Pedagang Daging Sapi serta para pedagang. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Pertanian dan Bea & Cukai untuk memverifikasi temuan-temuan yang didapat.

Editor: Agus Luqman 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Berliku Warga Ibu Kota Dapatkan Udara Bersih