KSPI Siapkan Aksi Penolakan Masuknya Tenaga Kerja Asing ke Indonesia

Menghilangkan syarat wajib berbahasa Indonesia membuat daya saing pekerja Indonesia turun.

BERITA | NASIONAL

Senin, 24 Agus 2015 09:33 WIB

Author

Yudi Rachman

KSPI Siapkan Aksi Penolakan Masuknya Tenaga Kerja Asing ke Indonesia

KBR, Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak pembiaran masuknya tenaga kerja asing non keahlian dari Tiongkok ke Indonesia. 

Menurut Presiden KSPI Said Iqbal, hilangnya syarat wajib berbahasa Indonesia bagi pekerja asing akan merugikan pekerja Indonesia. Sebab dengan begitu pekerja Indonesia kalah bersaing dengan pekerja asing. Hal itu akan membuat penyerapan tenaga kerja Indonesia semakin berkurang.

"Kami akan melakukan surat protes. Seminggu yang lalu kita sudah melayangkan surat itu namun nampaknya tidak direspon. Maka minggu ini kami akan mengirimkan surat protes kepada Presiden Jokowi karena agak kaget juga kita ketika presiden mengatakan syarat wajib bisa berbahasa Indonesia bagi tenaga kerja asing dihapuskan. Maka ditindaklanjuti oleh Menaker dengan keluarnya Permenaker No.16 tahun 2015, padahal itu kan identitas bangsa. Pada salah satu aksi 1 September di 20 provinsi, aksi besarnya KSPI dan beberapa serikat buruh lain, sekitar 50 ribu buruh di Jakarta akan mengangkat isunya itu juga," jelas Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal kepada KBR, Minggu (23/8/2015).

Said Iqbal menambahkan, sebagai bentuk penolakan kebijakan tersebut, Konfederasi akan berunjuk rasa menolak kebijakan tersebut pada 1 September mendatang. Rencananya, KSPI dan serikat buruh lainnya akan melakukan aksi di 20 kota sebagai bentuk penolakan kebijakan kran impor tenaga kerja asing. 

Editor: Citra Dyah PRastuti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kisah Relawan Covid

Kabar Baru Jam 12