Bagikan:

Kowarteg: Kenaikan Harga Daging Tak Berdampak

Menu utama ikan dan tempe, Warteg mengaku tingginya harga daging sapi di pasaran tak berdampak pada usahanya.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 11 Agus 2015 21:09 WIB

Warung Tegal. Foto: Antara

Warung Tegal. Foto: Antara

KBR, Jakarta- Para pemilik usaha Warung Tegal (Warteg) mengaku tingginya harga daging sapi di pasaran tak berdampak pada usaha mereka. 

Ketua Umum Koperasi Warung Tegal (Kowarteg) Sastoro beralasan, menu makanan di Warteg tidak berbahan utama daging, melainkan tempe dan ikan laut.

"Sebenarnya kalau Warteg sih dengan kenaikan harga daging dengan dibandingkan kenaikan harga tempe masih bisa diatasi, masalah daging. Daging ini konsumen di Warteg itu tidak seperti tempe. Karena Warteg itu sajian menu daging itu boleh dikata hanya 20-30 persen yah," kata Sastoro.

Sejak Sabtu pekan lalu hingga Rabu (12/8/2015) pedagang daging sapi di sejumlah daerah, seperti Jakarta, Bandung dan kota-kota lainnya sepakat mogok jualan. Tidak tertutup kemungkinan, aksi tersebut akan diperpanjang.

Alasannya, menurut Asosiasi pengusaha Daging dan Sapi Potong Indonesia (APDASI) adalah bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah yang membatasi kuota impor daging. Akibatnya, pasokan dagingpun menurun.

Para pedagang mengklaim merugi sebab minimnya pasokan daging, sehingga harga naik yang berakibat pada menurunnya jumlah pembeli daging sapi. 

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Berliku Warga Ibu Kota Dapatkan Udara Bersih