Koalisi Sipil : Pansel Jangan Berjudi dalam Memilih Capim KPK

Peneliti Indonesia Legal Rountable (ILR), Erwin Natosmal Oemar mengatakan, ada beberapa calon pemimpin KPK yang tidak memiliki rekam jejak positif dari sisi pemberantasan korupsi.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 28 Agus 2015 10:30 WIB

Author

Yudi Rachman

Koalisi Sipil : Pansel Jangan Berjudi dalam Memilih Capim KPK

Tim Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK/Aisyah Kaerunisah.

KBR, Jakarta- Panitia seleksi pimpinan KPK diminta hati-hati dalam memilih 8 nama calon pimpinan KPK yang akan diserahkan ke presiden. Peneliti Indonesia Legal Rountable (ILR), Erwin Natosmal Oemar mengatakan, ada beberapa calon pemimpin KPK yang tidak memiliki rekam jejak positif dari sisi pemberantasan korupsi.

Kata dia, masa depan pemberantasan korupsi dipertaruhkan jika memilih orang-orang yang tidak layak memimpin lembaga antirasuah tersebut.

"Terlihat pula ada beberapa calon dalam beberapa tahun terakhir tidak memiliki rekam jejak baik terhadap pemberantasan korupsi baik di lembaga maupun lingkungannya. Jika pansel abai, berarti pansel sedang mempertaruhkan atau berjudi untuk meletakkan orang-orang ini menjadi pemimpin KPK ke depan," jelas Peneliti Indonesia Legal Rountable (ILR), Erwin Natosmal Oemar di Kantor ICW, Jakarta, Kamis (27/8/2015).

Sebelumnya, Koalisi Masyarakat Sipil menilai sebagian besar calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diragukan integritasnya, serta tidak memahami visi dan misi untuk menjadi pimpinan lembaga tersebut. Kesimpulan itu ditarik setelah koalisi menganalisa hasil wawancara 19 calon pimpinan KPK kemarin.


Editor : Sasmito Madrim

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun