Bagikan:

Kebakaran Gunung Merbabu Meluas, BNPB Kesulitan Cari Air

BNPB mengaku kesulitan mengatasi kebakaran yang saat ini tengah melanda kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb), Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 21 Agus 2015 18:48 WIB

Author

Zay Nova

Helikopter BNPB tengah padamkan kebakaran hutan. Foto: Antara

Helikopter BNPB tengah padamkan kebakaran hutan. Foto: Antara

KBR,Jakarta- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengaku kesulitan mengatasi kebakaran yang saat ini tengah melanda kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb), Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Juru Bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pemadaman terkendala lantaran medan ke lokasi kebakaran sulit dijangkau dan peralatan pemadam api yang digunakan masih seadanya. Selain itu, upaya pemadaman melalui pemboman air juga sulit dilakukan, karena BNPB kesulitan mencari sumber air terdekat untuk memadamkan kebakaran.

"Penanganan masih dilakukan secara manual, kondisi medan berat dan peralatan seadanya. kami memberikan beberapa opsi, jika kita menggunakan helikopter untuk water boombing masih ada, tapi air mau ngambil dari mana karena di daerah itu tak ada badan air, tak ada waduk dan jauh dari laut. Untuk itu, tadi kami minta BPBD di sana untuk menginventarisir lokasi yang ada airnya," kata Sutopo Purwo Nugroho, Jumat (21/08). 

Sutopo menambahkan, kebakaran saat ini sudah mencapai lebih dari 40 hektar dan mengarah ke Boyolali dan Magelang akibat angin kencang dan kondisi yang kering. Sementara terkait penyebab kebakaran, Sutopo masih belum mendapatkan informasi dan masih terus menyelidiki penyebabnya. 

Dia menambahkan saat ini kebakaran tak hanya terjadi di sekitar Gunung Merbabu tetapi juga Gunung Cermai dan Gunung Lawu. Karena itu dia meminta masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran dan dapat membantu tim pemadam kebakaran secara gotong royong dengan cara membangun sekat-sekat atau parit agar kebakaran tak meluas. 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ragam Syarat Beli Minyak Goreng Curah, Efektifkah?