Jelang MEA, Kemendikbud Ingin Bahasa Indonesia Tak Dilibas Bahasa Inggris

Saat ini masyarakat cenderung menganggap penggunaan bahasa Inggris lebih efektif dalam tatanan sosial internasional maupun ekonomis.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 18 Agus 2015 19:36 WIB

Author

Nurji

Jelang MEA, Kemendikbud Ingin Bahasa Indonesia Tak Dilibas Bahasa Inggris

Lambang ASEAN.

KBR, Jakarta - Kepala Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Mahsud menyatakan Bahasa Indonesia harus mampu menjadi identitas bangsa menjelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir 2015 nanti.

Mahsud mengatakan saat ini masyarakat cenderung menganggap penggunaan bahasa Inggris lebih efektif dalam tatanan sosial internasional maupun ekonomis.

Agar hal tersebut dapat dihindari, Badan Bahasa telah melakukan koordinasi dengan para kepala lembaga adat di daerah agar dapat menggunakan bahasa nasional sekaligus menyisipkan bahasa daerah melalui budayanya masing-masing.

"Ketika kita memasuki MEA jangan samapai bahasa kita di dalam negeri kurang bagus. Menurut saya, para tokoh adat inilah benteng kita karena basisnya di masyarakat. Bagaimana kita gugah beliau-beliau ini dalam rangka memelihara bahasa lokal melalui kreatifitas budaya lokal kemudian mesosialisasikan dan memasyarakatkan bahasa nasional kita," katanya, Selasa (18/8).

Menyambut penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), sejumlah daerah melakukan persiapan termasuk dalam kemampuan bahasa. Banyak yang berusaha meningkatkan kemampuan bahasa asing warga dan pejabat, dengan menggelar kursus-kursus, seperti di Kota Surabaya, dan Kediri Jawa Timur, hingga Ternate Maluku Utara.

Kepala Badan Bahasa Mahsud menambahkan negara-negara maju saat ini sangat serius dalam mengembangkan serta menjaga indentitas masing-masing.

Salah satu hal yang dapat diterapkan oleh pemerintah Indonesia adalah menerjemahkan semua buku-buku serta jurnal ilmiah internasional ke dalam bahasa Indonesia.

Contoh tersebut ia yakini dapat menjadi senjata ampuh dalam memasyarakatkan bahasa Indonesia. Namun, hingga hari ini hal tersebut belum terlaksana.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Mengenang Sosok Artidjo Alkostar

Kabar Baru Jam 7

Inisiatif Daur Pangan di Masa Pandemi

Mama 'AW': Menerobos Semak Berduri