Bagikan:

Isi Kekosongan Stok Daging, Bulog Gelar Operasi Pasar

Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, operasi pasar ini untuk mengisi kekosongan stok daging di pasar tradisional akibat mogoknya pedagang daging.

BERITA | NASIONAL

Senin, 10 Agus 2015 14:02 WIB

Isi Kekosongan Stok Daging, Bulog Gelar Operasi Pasar

ilustrasi pedagang daging sapi di pasar. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Badan Urusan Logistik (Bulog) hari ini kembali menggelar operasi pasar di sejumlah pasar tradisional.

Operasi pasar digelar di Jakarta dan Serang Banten. Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, operasi pasar ini untuk mengisi kekosongan stok daging di pasar tradiosional akibat mogoknya pedagang daging.

"Untuk mengisi kekosongan daging sapi, yang dilakukan oleh Bulog sekarang adalah melakukan intervensi ke pasar. Kemarin saya rapat dengan Dirut Bulog, Bulog siap melakukan intervensi ke pasar. Terutama mengatasi kelangkaan yang terjadi di pasar hari ini. Itu jangka pendek sekali. Tapi jangka menengah dan jangka panjang kita harus bereskan suplainya," kata Sofyan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (10/8/2015).

Menko Perekonomian Sofyan Djalil menambahkan, Bulog akan menggelar operasi pasar paling tidak hingga dua minggu ke depan.

Sebelumnya Direktur Bulog Djarot Kusumayakti menyatakan operasi pasar sudah dilakukan kemarin di Bandung Jawa Barat. Bulog menjual daging sapi seharga Rp 90.000 per kilogram. Harga jual daging sapi Bulog lebih murah dari harga pasaran yang sudah mencapai Rp 140 ribu per kilogram.

Sementara itu, aksi mogok para pedagang daging sapi di Kota Bogor Jawa Barat akan berlanjut hingga Kamis pekan ini. Selain harga daging di pasaran masih tinggi, pasokan daging pun langka. Pejabat Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor Mangait Sinaga mengaku belum bisa melakukan operasi pasar karena stok daging tidak tersedia.  

Di Banyuwangi Jawa Timur, para pedagang daging juga mengancam mogok jualan jika pemerintah tidak segera mengambil tindakan. Harga daging di Banyuwangi meroket hingga Rp120 ribu per kilogram.

Editor: Agus Luqman 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Drama Pemeriksaan Gratifikasi Gubernur Lukas Enembe

Most Popular / Trending