Hari Keempat Pencarian, Rekaman Data Penerbangan Trigana Air Tak Kunjung Ketemu

Badan SAR Nasional (Basarnas) menambah 10 personel untuk mencari rekaman data penerbangan, atau Flight Data Recorder (FDR) milik pesawat Trigana Air yang jatuh di Bukit Oksok, Papua.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 19 Agus 2015 23:21 WIB

Author

Bambang Hari

Hari Keempat Pencarian, Rekaman Data Penerbangan Trigana Air Tak Kunjung Ketemu

Ilustrasi kotak hitam pesawat, terdiri dari rekaman percakapan kokpit (VCR) dan rekaman data penerbangan (FDR). (Foto: Olli-Jukka Paloneva/Commons Wikimedia/Public Domain)

KBR, Jakarta - Badan SAR Nasional (Basarnas) menambah 10 personel untuk mencari rekaman data penerbangan, atau Flight Data Recorder (FDR) milik pesawat Trigana Air yang jatuh di Bukit Oksok, Papua.

FDR merupakan satu bagian dari black box (kotak hitam) pesawat, selain rekaman percakapan di kokpit pesawat atau Voice Cockpit Recorder (VCR).

Deputi Operasi Basarnas Heronimus Guru menjelaskan hingga hari keempat proses pencarian dan evakuasi, bagian kotak hitam FDR itu hingga kini belum ditemukan. Sementara, rekaman percakapan kokpit VCR telah ditemukan dan diserahkan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Lokasi jatuhnya pesawat Trigana Air merupakan hutan belantara yang selama ini disebut-sebut belum pernah dijamah manusia.

"Sekitar pukul 13:30 WIT Kepala Basarnas menyerahkan blackbox (CVR) kepada KNKT di Oksibil, sembari menunggu proses evakuasi. Namun kami masih membutuhkan waktu untuk menemukan FDR. Jadi blackbox yang kami temukan itu tidak utuh, masih ada satu bagian lagi. Untuk menemukan benda itu, kami telah menambah pasukan BSG (Basarnas Special Group) yang kemarin diturunkan untuk melanjutkan pencarian FDR," kata Heronimus saat jumpa pers di kantornya.

Sebelumnya, pesawat Trigana Air bernomor penerbangan IL-257 rute Jayapura-Oksibil hilang kontak setelah sekitar setengah jam lepas landas dari Bandara Sentani, Papua. Pesawat jenis ATR 42 seri 300 itu membawa 54 penumpang termasuk lima kru pesawat.

Keesokan harinya, Basarnas menemukan serpihan pesawat tidak jauh dari titik hilangnya pesawat, yakni lereng Bukit Oksok, atau sekitar 7-8 mil (11 kilometer) dari Bandara Oksibil. Seluruh penumpang dan awak pesawat tewas dalam kecelakaan tersebut.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Vaksin COVID-19: Kenali Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

Kabar Baru Jam 8

Cinta Produk Indonesia

Sekolah Tatap Muka di Tahun Ajaran Baru, Seperti Apa Upaya Mitigasinya?