BPPT: Hujan Buatan Sampai Akhir November

Untuk daerah rawan kebakaran hutan seperti Kalimantan dan Sumatera, tim rekayasa cuaca terkendala kondisi pembentukan awan hujan yang fluktuatif alias naik turun.

BERITA | NASIONAL

Minggu, 30 Agus 2015 18:37 WIB

Author

Yudi Rachman

BPPT: Hujan Buatan Sampai Akhir November

Ilustrasi. Tim Modifikasi Cuaca BPPT-BNPB membawa peralatan pembuat hujan ke pesawat Hercules di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta. (Foto: sumber situs ristek.go.id)

KBR, Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus melakukan rekayasa cuaca hujan buatan hingga akhir November.

Kepala Hujan Buatan BPPT Florentinus Heru Widodo mengatakan fokus rekayasa cuaca ada di beberapa daerah terutama daerah dengan rawan bencana kebakaran hutan seperti Sumatera dan Kalimantan.

Sedangkan di Pulau Jawa, hujan buatan untuk menjaga suplai air ke titik-titik sentra pertanian seperti di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

"Kalau untuk di Kalimantan peluangnya bagus minggu ini. Kalau peluang itu kita bicara mingguan. Kalau di Sumatera agak sedikit kering, jadi kemungkinan minggu depan sudah bagus lagi. Bisa kita lakukan di Sumatera. Kalau untuk Jawa secara umum memang kering. Cuma peluang itu ada di beberapa kabupaten, beberapa titik khususnya di lereng-lereng gunung, masih ada awan-awan yang cukup bagus," kata Heru Widodo kepada KBR, Minggu (30/8).

Kepala Hujan Buatan BPPT F. Heru Widodo menambahkan, untuk daerah rawan kebakaran hutan seperti Kalimantan dan Sumatera, tim rekayasa cuaca terkendala kondisi pembentukan awan hujan yang fluktuatif alias naik turun.

Selain untuk langsung pemadaman kebakaran lahan, rekayasa cuaca di daerah tersebut tujuannya untuk mengairi kanal-kanal dan embung untuk pemadaman kebakaran lahan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB menganggarkan Rp385 miliar untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan. Sebagian besar dari alokasi anggaran itu habis untuk biaya operasional pesawat, dan helikopter untuk membuat hujan buatan, dan mengangkut air untuk water Bombing (bom air).

Heli yang disewa tersebut dari Rusia, dan dibayar dengan mata uang Dollar Amerika. Tim pemadaman udara terdiri dari tiga unit pesawat penyemai awan untuk operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) hujan buatan.

Ketiga pesawat ini dipersiapkan untuk operasional di Riau, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat (Kalbar).

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Samoa Menetapkan Status Darurat Campak

Laporan Prakiraan Cuaca Sepekan Ke Depan Dari BMKG

Bakal Eksklusif, Masuk Pulau Komodo Mesti Pakai Membership?

Kabar Baru Jam 8