?Jokowi Ancam Copot Menteri yang Memperlambat Proyek Pembangunan

Jokowi berharap kepercayaan publik bisa muncul dengan adanya laporan progress di lapangan.

BERITA | NASIONAL

Senin, 10 Agus 2015 17:03 WIB

Author

Aisyah Khairunnisa

?Jokowi Ancam Copot Menteri  yang Memperlambat Proyek Pembangunan

Presiden Joko Widodo. Foto: Aisyah Khairunnisa KBR

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta masyarakat percaya dengan kerja pemerintah di bidang infrastruktur. Ini disampaikan Jokowi saat berpidato di peringatan 38 Tahun Pasar Modal Indonesia. Kata Jokowi, dirinya selalu mengecek perkembangan pembangunan sejumlah proyek. Hal ini untuk menunjukkan bahwa pemerintah fokus dengan infrastruktur. 

"Kalau masih ada yang kurang percaya infrastruktur kita ini jalan, silakan tunjuk jari saja. Saya tunjukkan langsung. Bahwa jalan tolnya jalan. Pembangunan waduknya jalan. Pembangunan irigasinya jalan. Sekali lagi, percayalah. Karena memang inilah yang sebetulnya sekarang diperlukan. Persepsi itu yang sekarang diperlukan. Memang mendapatkan public trust itu tidak mudah. Memang merealisasi dulu. Tapi merealisasi kan butuh waktu," kata Jokowi di Bursa Efek Indonesia, Senin (10/8/2015).

Jokowi berharap kepercayaan publik bisa muncul dengan adanya laporan kemajuan di lapangan. Ia juga menegaskan siap mencopot kepala lembaga atau menteri yang memperlambat proyek pembangunan. Jokowi mengklaim belum ada proyek yang berjalan lambat. Pembangunan pelabuhan, jalan tol, waduk dan irigasi  ia dapati berada dalam dua kategori, cukup cepat dan cepat.  


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Pekan Diplomasi Iklim

Pekan Diplomasi Iklim

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Prabowo Masuk Kabinet, Pengusutan Kasus HAM Diprediksi Mangkrak