Penghapusan Pelajaran Di Kurikulum 2013, Guru Harus Sertifikasi Ulang

KBR, Jakarta - Sejumlah guru yang terancam menganggur lantaran dihapuskannya beberapan mata pelajaran di Kurikulum 2013 terpaksa harus mengikuti sertifikasi ulang.

NASIONAL

Minggu, 10 Agus 2014 14:57 WIB

Author

Quinawaty Pasaribu

Penghapusan Pelajaran Di Kurikulum 2013, Guru Harus Sertifikasi Ulang

kurikulum 2013, FSGI, Retno Listyarti, guru

KBR, Jakarta - Sejumlah guru yang terancam menganggur lantaran dihapuskannya beberapan mata pelajaran di Kurikulum 2013 terpaksa harus mengikuti sertifikasi ulang. Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti mengatakan, guru yang terancam menganggur itu di antaranya guru mata pelajaran Bahasa Jerman dan Jepang.


Kata dia, dengan mengikuti sertifikasi ulang pada tahun depan, maka guru-guru itu bisa mengajar kembali dengan mata pelajaran baru. Hanya saja menurut Retno, hal itu merepotkan para guru karena para guru akan dialihkan mengajar mata pelajaran lain yang tidak sesuai dengan ijasah dan bidang studi yang diampu.

"Boleh melakukan namanya sertifikasi ulang pada mata pelajaran baru. Misal TIK (Tekonologi Informasi dan Komputer) kan baru sekarang. Terus bahasa Jerman atau Jepang dihapus. Boleh pindah mata pelajaran lain dan harus disertifikasi ulang dan ini kan merepotkan. Jadi tahun depan baru bisa sertifikasi ulang. Ini merepotkan guru lah, guru jadi korban," katanya kepada KBR (10/08).

Perubahan struktur kurikulum pada Kurikulum 2013 menyebabkan sejumlah sekolah mengalami kekurangan guru dan kelebihan tenaga mengajar. Ini karena adanya penambahan dan pengurangan jam belajar untuk sejumlah mata pelajaran. Semisal dalam Kurikulum 2013, mata pelajaran Agama Islam, Kriten dan Katolik yang semula 2 jam ditambah menjadi 3 jam.

Begitu pula jika terjadi pengurangan jam belajar untuk mata pelajaran Bahasa Inggris di SMP. Persoalan lain, dihapuskannya mata pelajaran IPA dan IPS di SMK, menyebabkan guru mata pelajaran tersebut terancam menganggur.



Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Menunggu Sanksi Aparatur Tak Netral di Pilkada