Pemerintah: Legalisasi Aborsi Cegah Trauma Korban Perkosaan

KBR, Jakarta- Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PP dan PA) mengklaim, legalisasi aborsi lewat Peraturan Pemerintah (PP) tentang Aborsi bertujuan untuk mencegah trauma bagi korban perkosaan

NASIONAL

Rabu, 13 Agus 2014 13:52 WIB

Author

Abu Pane

Pemerintah: Legalisasi Aborsi Cegah Trauma Korban Perkosaan

aborsi, pemerintah, perkosaan

KBR, Jakarta- Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PP dan PA) mengklaim, legalisasi aborsi lewat Peraturan Pemerintah (PP) tentang Aborsi bertujuan untuk mencegah trauma bagi korban perkosaan. Menteri PP dan PA Linda Amalia Sari mengatakan, kebanyakan korban perkosaan adalah perempuan yang belum siap memiliki anak. Mereka juga menanggung malu karena harus hamil di luar nikah. Hal tersebut berpotensi menimbulkan trauma bagi para perempuan korban perkosaan seumur hidupnya.

"Traumanya itu akan panjang dan anak korban pemerkosaan akan menjadi korban," ujar Linda di Jakarta, Rabu (13/8).

Linda Amalia Sari menambahkan, saat ini pihaknya bersama Menteri Kesehatan sedang menyiapkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) tentang Aborsi. Peraturan tersebut akan disesuaikan dengan semua peraturan yang ada di daerah. Dengan begitu ia berharap tidak ada daerah yang menolak untuk melegalisasi aborsi.

Sebelumnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi yang didalamnya mengatur soal aborsi diteken oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 21 Juli 2014 lalu. Sejumlah kelompok mengecam adanya legalisasi aborsi karena akan menghilangkan nyawa anak-anak, namun ada pula yang setuju dengan aturan tersebut karena kehamilan bagi perempuan korban pemerkosaan akan menimbulkan trauma bagi mereka.


Editor: Luviana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Polemik Patroli Siber

Kabar Baru Jam 12