Komnas Ham Papua Minta Polda Segera Lokalisir Konflik Timika

KBR, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia meminta kepolisian segera melokalisir konflik di Timika, Papua.

NASIONAL

Kamis, 14 Agus 2014 20:23 WIB

Author

Guruh Dwi Riyanto

Komnas Ham Papua Minta Polda Segera Lokalisir Konflik Timika

komnas ham, papua, timika

KBR, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia meminta kepolisian segera melokalisir konflik di Timika, Papua.

Kepala Perwakilan Komnas HAM di Papua, Frits Ramandey mengatakan negara wajib melindungi masyarakat dengan berperan meredam konflik itu. Ia berharap konflik bisa mereda dalam beberapa minggu ke depan.

"Itu harus dilokalisir, tidak bisa dibiarkan dan harus ada keterlibatan pemerintah daerah karena ada korban di sana. Kita lihat apakah ini ada pembiaran dalam waktu yang lama, membiarkan konflik masyarakat sipil ini, kita akan lihat dalam tiga hingga satu minggu apakah ini akan berjalan terus, jatuh korban jiwa," kata Frits ketika dihubungi KBR, Kamis (14/8).

Sebelumnya, Kepolisian Papua meningkatkan status keamanan di Kota Timika menjadi siaga satu. Ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terus terjadi.

Polda Papua mengerahkan lebih dari 1.000 pasukan gabungan TNI/Polri yang telah disiagakan di lapangan pasca serangkaian pembunuhan beruntun kepada warga non Papua sejak Senin hingga dini hari tadi.
Serangkaian pembunuhan dan penganiayaan tersebut terjadi pasca ditemukannya jenazah Kepala Suku dari Suku Dani, Korea Waker pada Senin (11/8) lalu.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Menteri Nadiem Makarim Diminta Kaji Ulang Kebijakan Kampus Merdeka