Hakim MK Minta Akil Mochtar Perbaiki Gugatan UU TPPU

Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan materi gugatan Bekas Ketua MK Akil Mochtar terhadap Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (TPPU) tidak lengkap.

NASIONAL

Jumat, 29 Agus 2014 12:34 WIB

Author

Abu Pane

Hakim MK Minta Akil Mochtar Perbaiki Gugatan UU TPPU

MK, akil mochtar

KBR, Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan materi gugatan Bekas Ketua MK Akil Mochtar terhadap Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (TPPU) tidak lengkap. 


Hakim MK Aswanto mengatakan, dalam gugatannya Akil mengaku mengalami kerugian secara konstitusional karena dijerat KPK dengan UU TPPU. Namun Akil tidak menjelaskan secara rinci seperti apa kerugian konstitusional yang dimaksud. 


Akil sendiri dijerat dengan TPPU karena menitipkan dan mengubah bentuk uang suap yang ia terima terkait sejumlah sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). 


"Tapi perlu dielaborasi lagi sehingga nampak bahwa ada syarat-syarat berikutnya yang harus dipenuhi. Yaitu adalah para pemohon mengalami kerugian konstitusional. Ini yang harus dielaborasi secara konkrit. Antara lain yang bisa mengajukan permohonan, tapi perseorangan yang mana," ujar Aswanto di Jakarta, Jumat (29/8).


Aswanto menambahkan gugatan Bekas Ketua MK Akil Mochtar terhadap delapan pasal Undang-Undang Tindak Pindana Pencucian Uang (TPPU) juga tidak lengkap. Dalam gugatannya, Akil mengatakan frasa "patut diduga" pada setiap pasal yang digugat tersebut menimbulkan multi tafsir. 


Namun Akil juga tidak menjelaskan secara rinci alasan penyebutan multi tafsir tersebut. MK sendiri meminta Akil memperbaiki gugatannya paling lambat 14 hari.


Editor: Antonius Eko 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Terkait Aksi Bom Bunuh Diri di Markas Polisi

Kabar Baru Jam 15

Pemprov Jatim Minta Masyarakat Waspadai Dugaan Penipuan Seleksi CPNS

Kabar Baru Jam 14

Khawatir Jadi Target Demonstrasi Pro-Demokrasi, Mahasiswa China Melarikan Diri Keluar Hong Kong