Fitra: Selidiki Anggaran Perjalanan Dinas KPU

KBR, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi KPK didesak segera menyelidiki dugaan penyalahgunaan anggaran dinas luar negeri KPU, mencapai Rp 20 miliar lebih pada tahun ini.

NASIONAL

Minggu, 17 Agus 2014 13:36 WIB

Author

Wiwik Ermawati

Fitra: Selidiki Anggaran Perjalanan Dinas KPU

kpu, perjalanan dinas, luar negeri, kpk

KBR, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi KPK didesak segera menyelidiki dugaan penyalahgunaan anggaran dinas luar negeri KPU, mencapai Rp 20 miliar lebih pada tahun ini.

Direktur Investigasi dan Advokasi LSM Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran FITRA, Uchok Sky Khadafi khawatir bila uang puluhan miliar tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi dan bukan untuk keperluan tugas kedinasan.

"Saya takutnya ini perjalanan ini fiktif, mankanya harus diaudit BPK harus disesuaikan.Tiket maskapai penerbangan yang ada di database yang ada di maskapai penerbangan.Apakah cocok namanya, cocok keberangkatannya,cocok tujuan perjalanan, ini harus di audit. Dan ini palarel dengan penyelidikan KPK, mereka ini keluar negeri bukan hanya alasan jalan-jalan tapi ada transaksi," kata Uchok saat dihubungi KBR (17/08)

Direktur Investigasi dan Advokasi FITRA, Uchok Sky Khadafi juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan BPK untuk mengaudit anggaran kedinasan tersebut. Sebelumnya FITRA meminta Badan Pemeriksa Keuangan untuk menginvestigasi anggaran Teknologi Informasi KPU yang mencapai Rp 17 miliar lebih.

Direktur Investigasi dan Advokasi FITRA Uchok Sky Khadafi mengatakan, besarnya dana itu   tak sepadan dengan buruknya sistem layanan tekhnologi informasi di Pemilu Presiden Juli lalu. FITRA menduga, pelayanan buruk lantaran lemahnya sistem yang dibangun sehingga rawan terjadi manipulasi data. Di sisi lain, anggaran yang digelontorkan untuk sistem TI selalu naik.

Editor: Nanda Hidayat

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini