Cegah Korupsi Haji, Menag Gandeng KPK dan ICW

KBR, Jombang - Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifudin berjanji bakal memperkuat pengawasan haji guna mempersempit peluang terjadinya praktik korupsi.

NASIONAL

Sabtu, 23 Agus 2014 20:03 WIB

Author

Muji Lestari

Cegah Korupsi Haji, Menag Gandeng KPK dan ICW

menteri agama, lukman hakim, korupsi haji, KPK, ICW

KBR, Jombang - Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifudin berjanji bakal memperkuat pengawasan haji guna mempersempit peluang terjadinya praktik korupsi.

Salah satu langkah yang ditempun menag adalah dengan merangkul KPK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan LSM anti korupsi Indonesia Coruption Watch ICW (ICW). Kementerian Agama bahkan mengklaim sudah melakukan pengawasan internal guna menutup celah korupsi di institusinya. (Baca: PortalKBR - Korupsi Haji, KPK Periksa Sekretaris Kemenag).

“Dari eksternal itupun juga saya minta untuk melakukan pengawasan lebih intensif, KPK misalnya itulah kenapa saya datang ke mereka, ICW dan beberapa lembaga yang lain termasuk tentu teman pers, saya minta untuk ikut mengontrol karenanya yang saya titik tekankan adalah transparansi, keterbukaan karena dengan keterbukaan, dengan adanya kesadaran bahwa kita dipantau oleh semua orang maka itu bisa memagari kita.” kata Lukman Hakim usai meresmikan SMA Trensains Tebuireng 2 Kecamatan Ngoro, Jombang, Sabtu (23/8/2014).

Lukman Hakim menjelaskan, untuk pengawasan internal pihaknya mengoptimalkan peran inspektorat jenderal dengan mengoptimalkan kewenangannya. Dengan kedua pengawasan itu Kementerian Agama berharap pelaksanaan ibadah haji bisa bebas dari praktik korupsi.

Sebelumnya praktik korupsi diungkap KPK dalam penyelenggaran ibadah haji. Bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Agama Suryadharma Ali sebagai tersangka kasus dugaan penyelewengan penyelenggaraan haji tahun 2012-2013 di Kementerian Agama. Hingga kini kasus ini masih dalam penanganan KPK.

Editor: Rony Rahmatha

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kesiapan Mental sebelum Memutuskan Menikah

Kabar Baru Jam 8

Setahun Pandemi dan Masalah "Pandemic Fatigue"

Kabar Baru Jam 10